YUSYFA' FATHONI, S.Pd, M.M.Pd KEWIRAUSAHAAN UNTUK SMK

Minggu, 03 Januari 2010

KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN


Kegiatan belajar ke-1 s.d. 5
Pemimpin dan Kepemimpinan

1. Pengertian pemimpin dan kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan factor yang paling menentukan di dalam manajemen yang baik. Ia merupakan kualitas manajemen yang dapat mendorong orang lain untuk bertindak.
Pemimpin yang baik merupakan seorang manajer yang efektif yang harus memiliki kualitas dan kemampuan pimpinan yang baik. Pemimpin yang baik harus dapat mempengaruhi bawahannya dan dapat menimbulkan kerja sama yang baik di antara mereka serta mendorong dan memberikan saran kepada orang lain.
Keuletan adalah suatu sinar terang keberhasilan dalam menjalankan kehidupan. Banyak di antara kita yang terlalu cepat berputus asa, menyerah karena melihat tanda-tanda kegagalan. Namun, ada juga orang-orang yang akan tetap melanjutkan usahanya, walaupun mereka melihat tanda-tanda adanya hambatan untuk mencapai tujuan. Mereka ini adalah orang yang pantang menyerah dan ulet.
Di bawah ini diuraikan rumusan mengenai batasan kepemimpinan (leadership), diantaranya menurut :
a.Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo
Kepemimpinan (leadership) adalah tingkah laku untuk mempenngaruhi orang lain agar mereka memberikan kerja sama dalam mencapai suatu tujuan yang menurut pertimbangan mereka adalah perlu dan bermanfaat.
b.Charles w. Marrifield
Kepemimpinan adalah menyangkut bagaimana menstimulasi, memobilisasi, mengarahkan dan mengkoordinasikan motif-motif dan kesetiaan orang-orang yang terlibat dalam suatu usaha bersama secara sukarela
c.Chester Irving Barnard
Kepemimpinan adalah kemampuan pribadi untuk menegaskan keputusan yang memberikan dimensi mutu dan dimensi kesusilaan kepada koordinasi kegiatan berorganisasi dan kepada perumusan tujuan.
d.George R. Terry
Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang untuk bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama.
e.Howard W. Hoyt
Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, kemampuan untuk membimbing orang-orang.
f.Pfiffner dan Prethus
Kepemimpinan adalah seni untuk mengkoordinasikan dan memberikan motivasi kepada individu-individu dan kelompok guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari penjelasan-penjelasan batasan tersebut diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kepemimpinan atau memimpin itu adalah usaha untuk menggerakkan orang lain ataupun bawahan yang dipimpin supaya mereka dapat bekerja sama menuju suatu tujuan yang diinginkan bersama dan dianggap penting bagi mereka.
Dibawah ini diuraikan pengertian dan batasan tentang pemimpin, sebagai berikut :
a.Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirjo
Pemimpin adalah orang yang mempengaruhi orang lain, agar orang-orang ini mau menjalankan apa yang dikehendakinya.
b.Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo
Pemimpin adalah orang yang berhasil menimbulkan pada bawahannya perasaan ikut serta, ikut bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang sedang diselenggarakan di bawah pimpinannya.
c.Emory S. Begardus
Pemimpin adalah seseorang yang mempengaruhi secara khusus sejumlah orang-orang.
d.Herbert S. Simon
Pemimpin adalah seseorang yang dapat mempersatukan orang-orang dalam menejar suatu tujuan.
e.Prof. Dr. Haji Arifin Abdurrachman
Pemimpin adalah orang yang dapat menggerakkan orang-orang yang ada disekelilingnya untuk mengikuti jejak pemimpin itu
Menurut kamus, kata pemimpin itu sendiri mengandung beberapa arti, yaitu :
a.Menuntun (dalam arti mengantar, menunjukkan jalan) atau membimbing
b.Membawa ke jalan atau ke tujuan tertentu, mengetahui mengapalai
c.Melatih (mendidik dan mengajar) supaya dapat mengerjakan sendiri
Arti di atas menunjukkan segi-segi yang harus diusahakan oleh mereka yang mempunyai predikat pemimpin, baik kepada mereka yang berada pada tingkat atas, menengah, maupun pada tingkat bawah.
Seorang pemimpin harus dapat menggerakkan, membimbing, mempengaruhi dan dapat memberikan kegairahan kerja kepada anak buahnya. Seorang pemimpin harus dapat mendidik atau dapat mengantarkan yang dipimpin ke arah kesempurnaan dengan memberikan petunjuk-petunjuk.
Untuk itu diperlukan kemampuan yang melebihi kemampuan orang lain dalam suatu lingkungan kerja sama, sehingga dengan bekal kemampuan dapat mempengaruhi orang lain untuk ikut bekerja sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebelumnya. Kemampuan yang demikianlah yang dalam bahasa administrasi lazim disebut istilah kepemimpinan atau ladership.
Kepemimpinan atau ladership adalah keseluruhan tingkah laku manusia yang mengandung unsur-unsur kemampuan yang melebihi kemampuan orang lain untuk dapat bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
Jenis kelebihan yang harus dimiliki oleh pemimpin yang dimaksudkan di atas meliputi :
a.Kelebihan dalam menggunakan rasio
Yang dimaksud dalam kelebihan dalam menggunakan rasio adalah kelebihan dalam memiliki kemampuan tentang hakikat tujuan dan asas-asas organisasi yang dipimpinnya sehingga dengan bekal kriteria pengetahuan tentang seluk beluk oraganisasi yang dipimpinnya, ia akan senantiasa akan mampumenentukan kebijakkan taktis untuk memutar roda organisasi secara efisien.
b.Kelebihan dalam rohaniah
Yaitu kelebihan dalam memiliki sifat-sifat memancarkan keluhuran budi pekerti, ketinggian moralitas, dan dedukasi.
c.Kelebihan dalam jasmaniah
Ialah kelebihan dalam memliliki kesehatan badan, sehingga memungkinkan ia mampu memberikan contoh-contoh atau teladan-teladan/prestasi kerja sehari-hari kepada para bawahannya.
2.Konsepsi tentang timbulnya kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan tingkah laku manusia yang mengandung unsur kemampuan yang melebihi kemampuan orang lain, sehingga dengan kemampuan itu ia sanggup menggerakkan orang-orang di sekitarnya untuk mencapai tujuan.
Tentang timbulnya seorang pemimpin para ahli kepemimpinan telah mengemukakan beberapa teori yang berbeda-beda. Di antara berbagai teori yang lazim kita jumpai adalah :
a.Menurut Ordway Tead
1)Pemimpin yang membentuk dirinya sendiri (self-constitued leader)
Yaitu seorang yang dalam situasi tertentu dapat mempengaruhi orang lain ataupun dapat menunjukkan kebolehannya terhadap orang-orang sekelilingnya baik dalam bidang keilmuan atau kepandaian dan kecerdikan material maupun fisik yang unggul.
2)Pemimpin yang dipilih oleh sekelompok orang, yaitu pimpinan yang timbul akibat dari kepengikutan dari sekelompok orang.
3)Pemimpin yang ditunjuk dari atas, yaitu seseorang yang mendapat delegation of authority atau pelimpahan wewenang dari orang yang lebih tinggi kedudukan dan kekuasaannya.
b.Menurut Dr. Sondang P. Siagian, M. P. A.
1)Teori genetis
Penganut teori ini mengatakan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat-bakat kepemimpinan. Karena bakat pemimpin itu dibawa sejak lahir, maka dari ajaran teori ini kalau orang tuanya pemimpin, maka keturunnya juga berhak menjadi pemimpin, sebab di dalam dirinya dianggap pewaris kemampuan memimpin. Teori ini biasanya dianut di zaman feodal dan raja-raja.
2)Teori sosial
Inti ajaran teori sosial ini adalah leaders are made and not born. Jadi, merupakan kebalikan dari teori genetis. Berarti bahwa bakat kepemimpinan seseorang itu timbul bukan karena keturunan (hereditas) tetapi karena pengaruh situasi dan kondisi masyarakat serta adanya kesempatan yang cukup untuk menjadi pemimpin.
3)Teori ekologis
Karena teori di atas tidak seluruhnya mengandung kebenaran, maka sebagai reaksi terhadap kedua teori tersebut timbullah teori ketiga yang disebut teori ekologis. Teori ini menyatakan bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat yang kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya sejak lahir.
3.Kualifikasi seorang pemimpin
Menurut Dr. Soemardji Hartoyo, ada kualifikasi dasar yang perlu dimiliki oleh faktor manusia yang mengaku jabatan pemimpin. Kualifikasi yang dimaksud adalah theis, moralis, qualified, inisiatif, dan progresif.
a.Theis
Jenis kualifikasi yang pertama ini maksudnya bahwa pemimpin itu harus mempercayai salah satu agama, dan menjalankan syariatnya. Karena yang diwajibkan, bahkan didogmakan dalam suatu agama pastilah mengandung hikmah atau faedah yang besar bagi diri pribadi pemeluk dan masyarakat. Faedah tersebut adalah dapat mendidik manusia untuk berdisiplin, tertib dan cinta terhadap suatu aturan. Mendidik manusia untuk selalu mensyukuri rahmat yang telah diberikan Tuhan atas jasa pihak lain.
b.Moralis
Seseorang yang hidup didalam masyarakat sejak kecil sudah terikat oleh peraturan-peraturan. Peraturan-peraturan tersebut membatasi kemerdekaan behavior-nya. Segala sesuatu dalam masyarakat akan berjalan dengan tertb apabila terpenuhi aturan-aturan dalam masyarakat tersebut. Tetapi karena aturan itu umumnya bersifat sukarela, maka biasanya orang menjadi tidak merasa bahwa tindakannya dikendalikan oleh berbagai aturan. Dan baru terasa apabila aturan itu tidak dipatuhi berakibat terganggunya ketertiban. Inisiatif untuk melaksanakan peraturan itu harus ada kesadarsan yang timbul dari hati nurani manusia itu masing-masing. Dan kesadaran itu ada apabila masing-masing individu mempunyai cukup pengertian tentang moral, yang akhirnya akan mendorong manusia itu ke kehidupan kesusilaan yang tinggi.
Kata moral berasal dari bahasa latin mos yang berarti kebiasaan. Dari kata itu muncul istilah sifat moralis yang selanjutnya biasa disingkat dengan moral saja. Dalam bahasa Belanda ditulis morelle yang berarti susila.
Moral, berhubungan dengan perbuatan dan karakter manusia. Perbuatan mana yang boleh dan perbuatan mana yang tidak boleh diperbuat manusia. Hal ini berkaitan dengan ketertiban dalam hidup sehari-hari. Maka, dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sasaran dari moral adalah keselarasan perbuatan manusia dengan aturan-aturan atau norma-norma yang mengenai perbuatan manusia itu sendiri, yang didalamnya mencakup dua dimensi, yaitu dimensi lahiriah dan dimnsi batiniah. Dimensi lahiriah adalah sebagai bekal kita dalam kehidupan atau pergaulan dalam masyarakat (publik intern dan ekstern organisasi). Sedangkan dimensi rohaniah atau batiniah adalah suatu tuntunan ke arah terbukanya kesadaran yang diilhami oleh ajaran agama
c.Qualified
Disebut juga keahlian, merupakan salah satu kualifikasi yang terpenting. Faktor keahlian ini selalu menjadi dasar dalam proses seleksi kepegawaian. Keahlian dapat dijabarkan menjadi :
1)Technical skill
2)Human skill
3)Managerial skill
Jenis keahlian yang pertama merupakan jenis keahlian yang sangat esensial terutama yang menyangkut bidang kerja yang dipimpin. Sedangkan human skill sebagai dasar untuk mengadakan kontak dengan orang lain terutama bawahan. Sedangkan managerial skill dipersiapkan bagi pemimpin agar dapat memimpin bawahan.
Berbagai keahlian di atas dapat diperoleh pada jenjang pendidikan tertentu, baik melalui lembaga pendidikan formal ataupun yang diselenggarakan oleh badan atau lembaga lain.
d.Inisiatif
Adalah kemampuan untuk menentukan jalan atau cara terbaik yang didasarkan pada tingkat rasionalitas tertentu guna memecahkan suatu masalah. Inisiatif ini terutama banyak ditentukan oleh faktor intelegensi sebagai pegawai. Dengan kata lain, faktor yang menentukan pegawai itu banyak mempunyai inisiatif atau tidak, adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan individu yang bersangkutan. Mengapa demikian? Karena orang yang mempunyai intelegensi yang tinggi adalah orang yang cerdas dan kaya inisiatif. Selain itu juga mempunyai kebijaksanaan dan konsepsi.
Pegawai yang memiliki intelegensi baik, kemudian pendidikan atau latihan sistematis, maka mereka tergolong pekerja yang memiliki inisiatif dan tentunya akan menunjukkan prestasi kerja yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mempunyai intelegensi baik, meski ia telah memiliki pengalaman. Pemimpin berada di depan, maka logislah kalau ia senantiasa memprakarsai dan merupakan sumber penentu jalan pemecahan masalah yang dihadapi (determine to problem solving)
e.Progrsesif
Maksudnya bahwa seorang pemimpin harus mampu membawa organisasnya menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah, corak lingkungan yang beraneka ragam, metode, prosedur, dan teori yang selalu berkembang dan sebagainya.
Sehubungan dengan itu, dilema antara sifat manusia ang cenderung untuk lebih mematuhi hal-hal yang rutin, dengan sifat-sifat cara kerja yang lebih bersifat radikal adalah merupakan sasaran utama yang harus dipecahkan dengan action research
Keseluruhan kualifikasi di atas dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan, kemampuan dan keuletan pimpinan dalam kedudukannya sebagai penanggung jawab terakhir. Impilikasi dari pengingkatan ketahanan, kemampuan, dan keuletan pimpinan secara kontinu akan memungkinkan pimpinan yang bersangkuatan mampu memutar roda organisasi dan mampu melaksanakan kebijaksanaan taktis organisasi, serta mampu menjalankan peranannya sebagai :
a.Stabilisator e. Katalisator
b.Organisator f. Dinamisator
c.Koordinator g. Modernisator
d.Motivator
Untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan seorang wirausaha perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.Jadilah seorang pemimpin bukan pengekor
b.Kembangkanlah gagasan baru
c.Berperan aktif dalam lingkungan masyarakat
d.Berusaha meningkatkan kemampuan dan meminimalkan kelemahan
e.Hargailah waktu dan kegiatan dengan efisien
f.Buatlah program kerja yang jelas
g.Selalu mengoreksi dan instropeksi diri terhadap tindakan yang salah
h.Berikanlah keyakinan kepada orang lain agar menaruh kepercayaan
i.Bersedia melakukan perubahan untuk perbaikan
j.Pertimbangkan saran, kritik dan masukan pihak sekolah
Pimpinan harus juga mengusahakan terdapatnya sinkronisasi antara tujuan organisasi sebagai totalitas serta tujuan pribadi dari para anggota organisasi. Karena tujuan-tujuan perorangan itu sesungguhnya dapat mempengaruhi sukses tidaknya pimpinan organisasi untuk melaksanakan peranannya selaku motivator.
Seperti telah banyak dikemukakan para ahli, bahwa inti dari seluruh teori motivating adalah motif-motif penggerakan manajer terhadap bawahan yang senada dengan motif-motif para bawahan untuk menggabungkan diri dengan organisasi atau lembaga yang bersangkutan. Motif para bawahan untuk menggabungkan diri dengan organisasi itu adalah motif pemuasan kebutuhan.
Dengan demikian jelaskan bahwa sebagai pimpinan di samping harus menjalankan fungsi dan perannya sebagai pemimpin, juga harus berusaha untuk senantiasa memuaskan kebutuhan para bawahannya, sebagai manifestasi dari kontraprestasi atau imbalan jasa yang telah dicurahkan kepada organisasi.
Profesor Abraham H. Maslow menggolongkan kebutuhan manusia ke dalam lima tingkat kebutuhan (five hierarchy of needs) yang meliputi :
a.Kebutuhan yang bersifat fisiologis (physiological needs)
Manifestasi dari kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal, yaitu :
1.Kebutuhan akan pangan
2.Kebutuhan akan sandang
3.Kebutuhan akan papan
b.Kebutuhan-kebutuhan keamanan (safety needs) yang meliputi :
1.Kebutuhan akan keamanan jiwa di tempat pekerjaan pada waktu jam kerja
2.Kebutuhan akan keamanan harta, di tempat pekerjaan pada waktu jam kerja
c.Kebutuhan sosial (social needs)
Kebutuhan ini dapat digolongkan menjadi empat kelas, yaitu :
1.Kebutuhan perasaan diterima oleh orang lain di mana ia hidup dan bekerja (sence of belonging)
2.Kebutuhan akan perasaan dihormati, karena setiap orang merasa dirinya penting (sence of importance)
3.Kebutuhan akan perasaan maju dan tidak ingin gagal (sence of achievement)
4.Kebutuhan akan perasaan ikut serta (sence of participation)
d.Kebutuhan akan harga diri atau prestise (esterm needs)
e.Kebutuhan mempertinggi kapasitas kerja (sense of actualization)
Tentang keinginan manusia dalam organisasi, Drs. Pariata Westra, S.H. merumuskan menjadi :
a.Keinginan untuk merasakan adanya kepemimpinan yang baik.
b.Keinginan untuk selalu memperoleh keterangan-keterangan yang semestinya
c.Keinginan untuk dihormati hasrat dirinya sebagai manusia
d.Keinginan akan mendorong dan kesempatan untuk berkembang dan memperoleh kemajuan
e.Keinginan untuk tidak dicampuri atas urusan-urusan yang bersifat pribadi
f.Keinginan bermasyarakat dan saling menghormati satu sama lain
g.Keinginan untuk memperoleh jaminan akan keselamatan dan keamanan
h.Keinginan untuk dipenuhinya kondisi serta situasi kerja yang baik
i.Keinginan untuk mendapatkan kesempatan menyelesaikan pekerjaan yang berguna
j.Keinginan akan aktivitas yang jantan ksatria
k.Beberapa keinginan yang lain.
4.Sifat seorang pemimpin
Pemimpin atau manager adalah mereka (orang-orang) yang mendapat hasil melalui kegiatan-kegiatan orang lain. Yang termasuk katagori ini adalah mulai dari pegawai di lapisan paling bawah, terus naik sampai direktur utama paling atas. Jadi, hasil yang dicapai adalah semata-mata lewat semua tenaga yang berada di antara mereka.
Kemampuan yang melebihi kemampuan orang lain dalam mengerjakan dan memperngaruhi orang lain dalam usaha kerja sama, tidaklah dapat berkembang secara otomotif atau dengan sendirinya, tanpa adanya sifat-sifat khas yang perlu dimiliki oleh seorang manajer/pemimpin.
Sifat-sifat khas itu juga merupakan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menjadi pemimpin yang baik. Beberapa kriteria yang dimaksud sebagai sifat-sifat khas bagi pemimpin itu menurut Drs. Soemardji Hartoyo, antara lain :
a.Memiliki moral yang tinggi (moralitas)
b.Memiliki pengetahuan yang luas dalam hal :
1)Bidang tugas pekerjaan, maksudnya seorang pemimpin harus mempunyai manajerial maupun technical skill yang memadai, sesuai dengan bidang, tingkatan dalam manajemen. Sehingga dengan bekal pengetahuan ini akan dapat membimbing, mengajar, dan mengarahkan orang-orang lain/anak buah ke arah terminal yang dituju.
2)Bidang kemanusiaan
Setiap hari menjalankan fungsi yang bersifat kontaktuil, yaitu hubungan dengan orang-orang. Dengan suatu tujuan tertentu ia berusaha membawa orang-orang itu ke suatu taraf, alam pikiran atau jurusan dengan penuh pengertian tentang keadaan atau kepentingan orang-orang yang bersangkutan. Untuk itu, seorang pemimpin harus menguasai hal-hal kemanusiaan seperti misalnya tentang kejiwaan, sifat-sifat, keinginan dan sebagainya.
c.Memiliki antusias atau daya kerja yang sangat tinggi, oleh karena itu seorang pemimpin harus :
1.Memiliki badan jiwa yang sehat
2.Mempunyai keuletan dan ketabahan
d.Memiliki sifat rasional dan objektif, yaitu berfikir, bersikap, dan bertindak menurut akal budi yang sehat, serta sesuai dengan kenyataan yang dihadapi.
e.Memiliki sifat adil, tehadap bawahan/orang lain ia tidak membedakan keturunan, daerah, suku, agama
dan sebagainya
f.Memiliki sifat sebagai pendidik
Dengan harapan ia agar mampu mentrasfer atau menyampaikan contoh-contoh ajaran yang baik kepada anak buah
g.Menguasai pengetahuan hubungan kemanusiaan (human relation)
h.Memiliki/kaya akan inisiatif dan prograsif
i.Berani dan cepat memecahkan persoalan serta mengambil keputusan.
Sifat-sifat seorang pemimpin yang diperlukan sebagai syarat kepemimpinannya menurut Ating Tedjasutisna adalah :
a.Penuh energi e. Kemampuan Teknis
b.Motivasi tinggi f. Ilmu pengetahuan
c.Kepandaian berkomunikasi g. Kemampuan untuk mengajar
d.Stabilitas emosional h. Kepandaian dalam bidang sosial
Beberapa sifat dan pimpinan yang baik adalah sebagai berikut :
a.Memiliki kematangan spiritual
b.Kematangan mental
c.Kematangan sosial
d.Kematangan emosi
e.Kematangan fisik
f.Kewibawaan
g.Keuletan dan kerajinan
h.Kejujuran
i.Kesanggupan untuk berkomunikasi
j.Memiliki ketrampilan teknis dalam bidang manajemen
k.Mempunyai keinginan untuk menjadi pemimpin
l.Memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi
5.Syarat-syarat pemimpin yang baik
Syarat-syarat seorang pemimpin menurut pendapat Ordway Tead adalah sebagai berikut :
a.Badan yang kuat dan penuh energi
b.Mempunyai selera memimpin
c.Antusiasme
d.Ramah tamah
e.Keteguhan iman
f.Keunggulan dalam teknik pekerjaan
g.Bertindak tegas atau mempunyai kesanggupan dalam mengambil keputusan yang tepat
h.Intelegensi yang tinggi
i.Kecakapan mengajar dan membimbing
j.Iman dan keyakinan yang kuat
Uji diri
1.Seorang pemimpin yang tidak membedakan asal keturuan, daerah, suku, agama dan sebagainya berarti ia mempunyai sifat ………………………….
2.Syarat seorang pemimpin menurut pendapat Ordway Tead antara lain memiliki kecakapan dalam ……………………………dan ……………………………..
3.Setiap hari seorang pemimpin menjalankan fungsi yang bersifat kontaktuil, artinya …
4.Sasaran moral mencakup dua dimensi, yaitu ………… dan …………
5.Inisiatif banyak ditentukan oleh faktor ……………………
6.Sebutkan tiga konsepsi timbulnya kepemimpinan menurut Ordway Tead!
7.Sebutkan beberapa sifat dari pemimpin yang baik!
8.Sebutkan tiga jenis kelebihan yang harus memiliki seorang pemimpin!
9.Bagaimana pendapat teori sosial tentang timbulnya kepemimpinan ?
10Apa sajalahh kualifikasi seorang pemimpin menurut Drs. Soemardji Hartoyo?

Kegiatan belajar ke-1 s.d. 5
• Kepemimpinan Berprinsip
Kepemimpinan yang berprinsip adalah suatu paradigma terobosan-terobosan cara berpikir yang baru, yang membantu menyelesaikan dilema-dilema klasik dalam kehidupan modern, yaitu :
1.Bagaimana memperoleh dan mempertahankan keseimbangan yang baik dan memperkuat antara kerja dan keluarga, ambisi pribadi dan profesional di tengah-tengah kritis dan tekanan yang terus menerus.
2.Bagaimana memilih kesederhanaan di tengah-tengah kompleksitas yang luar biasa.
3.Bagaimana mengantikan prasangka dengan suatu rasa hormat dan rasa menemukan sesuatu yang baru dalam usaha untuk meningkatkan belajar, pretasi, dan keunggulan seseorang.
4.Bagaimana mendorong keinginan untuk berubah dan memperbaiki tanpa menimbulkan lebih banyak keinginan daripada hasil
5.Bagaimana dapat menjadi anggota yang berguna dalam suatu kelompok yang saling melengkapi yang berdasarkan pada rasa hormat dan penghargaan pada keragaman dan sebagainya.
Kepemimpinan yang berprinsip terdapat empat jenjang, yaitu :
1.Pribadi (hubungan saya dengan saya sendiri)
2.Antarpribadi (hubungan dan interaksi saya dengan orang lain)
3.Manajerial (tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan bersama orang lain)
4.Organisasional (kebutuhan untuk mengorganisir orang, merekrut, melatih, menggaji, membentuk kelompok, menyelesaikan permasalahan dan menciptakan struktur, strategi, dan sistem yang selaras.
Dalam melaksanakan keempat jenjang tersebut berdasarkan pada prinsip-prinsip utama tertentu. Ada dua prinsip, yaitu :
1.Layak dipercaya pada jenjang pribadi
2.Kepercayaan pada jenjang antarpribadi
Ciri-ciri pemimpin yang berprinsip adalah bahwa mereka :
1.Terus belajar dari pengalaman 5. Hidup seimbang
2.Berorientasi pada pelayanan 6. Melihat hidup sebagai petualangan
3.Memancarkan energi positif 7. Sinergistik
4.Mempercayai orang lain 8. Berlatih untuk memperbaharui diri
•Tipe Kepemimpinan
Tipe-tipe kepemimpinan dalam praktik ada enam macam, hal ini dikemukakan oleh Dr. george R. Terry, Ph.D., yaitu :
1.Kepemimpinan personal (personal leadership type), adalah kepemimpinan yang dilaksanakan secara bimbingan ataupun kontak pribadi. Di sini perintah-perintah dan dorongan-dorongan, serta petunjuk-petunjuk diberikan secara lisan pribadi oleh pemimpin.
2.Kepemimpinan nonpersonal (nonpersonal leadership type), adalah kepemimpinan yang dilaksanakan bukan secara pribadi. Di sini perintah-perintah, petunjuk-petunjuk, intruksi, sumpah, bimbingan dan pengawasan yang disampaikan kepada bawahan tidak langsung, tetapi melalui media-media tertentu ataupun melalui suatu hak jenjang organisasi tertentu
3.Kepemimpinan otoriter (authoritarian leadership type), adalah kepemimpinan yang didasarkan atas kekuasaan yang dipimpin oleh si pemimpin. Perintah hanya dari satu pihak saja, di sini berlaku pendapat bahwa kepemimpinan merupakan suatu hak dan otoritas yang dipunyai oleh seorang individu.
4.Kepemimpinan demokrasi (demicratic leadership type), adalah kepemimpinan yang didasarkan atas kepentingan kelompok dan berusaha memenuhihnya. Kepemimpinan tipe demokrasi ini sangat mendorong adanya spirit kerja sama yang baik antara pimpinan dengan bawahannya, serta antar orang-orang yang dipimpin itu sendiri.
5.Kepemimpinan kebapakan (paternalistic leadership type), adalah kepemimpinan yang ditandai oleh pengaruh yang bersifat kebapakan dalam hubungan antara pemimpin dan pengikutnya. Di sini tercermin bahwa si pemimpin memberikan perlindungan dan bimbingan terhadap bawahan seperti hubungan antara bapak dengan anaknya sendiri.
6.Kepemimpinan bakat (indegenous leadership type), adalah kepemimpinan yang timbul pada orang-orang dari kelompok organisasi sosial yang tidak resmi.
Menurut Dr. S.P. Siagian, M.P.A, sekarang ini terdapat berbagai tipe pemimpin dalam berbagai bentuk organisasi. Di dalam praktik tipe-tipe itu adalah :
1.Tipe pemimpin otokratis
a.Menganggap organisasi sebagai milikinya
b.Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat.
c.Menganggap bawahan sebagai alat belaka
d.Tindakan penggerakannya mengandung unsur paksaan
e.Tujuan pribadi identik dengan tujuan organisasi
2.Tipe pemimpin militerisme
a.Menggerakkan bawahannya dengan cara memerintah
b.Sukar menerima kritikan dari bawahan
c.Senang kepada formalitas yang berlebihan
d.Tergantung pada jabatan/pangkat yang dimilikinya
e.Menuntut disiplin yang tinggi dan bersifat kaku
3.Tipe pemimpin paternalistis
a.Bersikap selalu melingdungi bawahannya
b.Tidak memberikan kesempatan kepada bawahannya
c.Sering bersifat maha mengetahui dalam segala masalah
d.Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk berinisiatif
e.Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk berkreasi
4.Tipe pemimpin karismatis
a.Menyelaraskan kepentingan organisasi dengan kepetingan bawahannya
b.Bersedia menerima saran, pendapat, kritik dan yang bersifat membangun
c.Meningkatkan kemampuan dan kreativitas semua orang
d.Mengutamakan kerja sama dalam setiap usaha
e.Menggerakkan bawahannya secara leluasa dan menganggap manusia itu makhluk yang paling mulia
5.Tipe pemimpin demokratis
a.Mengutamakan kerja sama dalam usaha mencapai tujuan
b.Menyatukan kepentingan bersama
c.Menerima saran, pendapat dan kritik dari bawahannya
d.Memberikan kebebasan kepada bawahannya
e.Mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin
•Corak-corak Pemimpin
Menurut pendapat Hadi Poernomo, corak pemimpin pada dasarnya ditetapkan oleh watak pembawaan kejiwaan, yaitu :
1.Pemimpin keras
Yaitu pemimpin yang memiliki kesadaran diri untuk dapat memelihara kewibawaan dengan jalan bertindak keras dan tegas.
2.Pemimpin madya
Yaitu pemimpin yang memiliki watak dan tindakan yang dapat menyesuaikan dengan keadaan dan keperluan.
3.Pemimpin manda
Yaitu pemimpin yang memiliki pengetahuan dan kecakapan yang diperlukan dalam suatu pekerjaan.
Ada lima corak kepemimpinan yang masih banyak tertinggal dalam masyarakat Indonesia, yaitu :
1.Kepemimpinan corak feodal
Yaitu kepemimpinan yang berusaha untuk menyalurkan tindakan masyarkat ke arah mengagungkan beberapa kelompok dan golongan manusia.
2.Kepemimpinan corak penjajahan
Yaitu suatu corak kepemimpinan yang menyalurkan pikiran dan tindakan ke arah terjaminnya penjajahan di atas masyarakat
3.Kepemimpinan corak keagamaan
Yaitu suatu corak kepemimpinan yang memberikan dasar-dasar kepatuhan terhadap ajaran , pengertian dan keyakinan.
4.Kepemimpinan corak revolusi
Yaitu suatu corak kepemimpinan yang menonjolkan sifat-sifat kekuatan, kekerasan, keberanian dan kesanggupan untuk berkorban.
5.Kepemimpinan corak pseudo-demokrasi
Yaitu suatu corak kepemimpinan yang setelah selesai revolusi perebutan kekuasan dari pihak penjajah, mencari corak yang serasi dan selaras dengan kepribadian bangsa Indonesia.
• Cara Melaksanakan Kepemimpinan
Cara-cara melaksanakan kepemimpinan menurut pendapat Lippit, Walte dan Kurt Lewin sebagai berikut :
- Cara authoratic (kepemimpinan yang bersifat orokrat)
Yaitu cara memimpin di mana pemimpin cenderung menentukan sendiri tujuan yang hendak dicapai oleh kelompoknya dan cara-cara kerja yang harus dipatuhi oleh setiap pengikutnya.
- Cara participative or democratic (kepemimpinan yang bersifat partisipan dan demokrat)
Yaitu cara memimpin dimana pemimpin benar-benar menghargai hakikat kepada pengikut atau bawahannya
- Cara laissez-faire (kepemimpinan yang bersifat liberal atau bebas)
Yaitu cara memimpin dimana pemimpin memberikan kesempatan kepada pengikutnya untuk bekerja sebanyak mungkin, sedangkan ia bertindak secara pasif.
1. Aspek-aspek kepemimpinan
G.R. Terry mengemukakan beberapa aspek kepemimpinan sebagai berikut :
a. Seorang pemimpin senantiasa berada di depan dan membimbing pengikutnya ke arah tujuan yang telah ditetapkan.
b. Selalu membimbing dan mengembangkan orang yang dipimpinnya
c. Mengenal sifat dan kualitas pengikutnya masing-masing
d. Menempatkan seseorang dalam bidang tugas yang sesuai dengan kecakapan dan keahliannya.
e. Memiliki kemampuan untuk menstimulasi segenap potensi dari pengikutnya
f. Tujuan yang hendak dicapai hendaklah diterangkan dengan jelas dan tegas
g. Membeimbing, mengarahkan dan menggerakkan para pengikutnya untuk mencapai hasil yang semaksimal mungkin
h. Memajukan dan melayani pengikutnya dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
2. Tugas, fungsi, dan tanggung jawab pemimpin
Tugas pemimpin secara lebih terperinci adalah sebagai berikut :
a. Menyusun perencanaan
b. Menyusun organisasi
c. Menyatukan dan menyerasikan
d. Menggerakkan orang-orang bawahannya
e. Mengawasi dan menilai berbagai kemajuan dalam organisasi
f. Mengambil keputusan dalam organisasi
g. Memberikan wewenang kepada bawahannya
h. Mempertanggungjawabkan kepemimpinannya
i. Mendidik, membimbing, dan mengarahkan bawahannya
j. Memberikan informasi dan petunjuk
k. Melindungi, membela dan memelihara kesejahteraan anggotanya
l. Memelopori, memberi contoh, teladan yang baik
m. Memberikan bimbingan dan penyuluhan
n. Melerai setiap konflik yang terjadi pada bawahannya
Sedangkan menurut pendapat Prof. H. Arifin Abdurachaman, tugas seorang pemimpin itu di antaranya :
a. Mengantarkan e. Mendidik
b. Mengetuai f. Memberikan bimbingan dan penyuluhan
c. Memelopori g. Menggerakkan bawahan
d. Memberi petunjuk
Menurut Prof. Dr. Sarwono Prawiroharjo bahwa tugas-tugas seorang pemimpin itu adalah sebagai berikut :
a. Menerjemahkan (menyampaikan) dan merangsang serta memimpin pelaksanaan putusan-putusan yang diambil oleh pihak atasan.
b. Mengatur prosedur dan tata tertib pekerjaan dari mereka yang di bawahnya
c. Mengawasi kemajuan dalam pekerjaan di bawah pimpinannya
d. Mengatur koordinasi antara usaha-usaha di bawah pimpinannya
e. Mempercayakan (menyerahkan) beberapa wewenang dan tanggung jawab kepada bawahannya.
Adapun tugas utama pimpinan pengelolaan usaha adalah :
a. Memimpin organisasi perusahaan dan mengadakan komunikasi
b. Membuat perjanjian dan kontrak dagang dengan pihak ketiga
c. Melakukan kegiatan usaha, memotivasi, dan melaksanakan pengawasan
d. Menningkatkan keuntungan usaha dan meningkatkan volume penjualan
e. Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
f. Membuat keputusan dan sasaran dalam usaha
Fungsi utama seorang pemimpin menurut Davis Krech dan Richard S. Krutchfield adalah sebagai berikut :
a. Sebagai perencana
b. Sebagai pelaksana
c. Sebagai penyusun kebijaksanaan
d. Sebagai tenaga ahli
e. Sebagai wakil kelompok luar
f. Sebagai pengawas dan pengendali pertalian-pertalian di dalam kelompoknya
g. Sebagai pelaksana hukuman dan pujian
h. Sebagai pelerai atau pemisah bawahannya yang bersengketa / berselisih
i. Sebagai suri teladan bawahannya
j. Sebagai lambang suatu kelompok
k. Sebagai penanggung jawab
l. Sebagai tokoh bapak
m. Sebagai kambing hitam
n. Sebagai pencipta ideologi bagi kelompoknya
Tanggung jawab adalah keharusan untuk melaksanakan sesuatu dan pimpinan tetap berada pada orang yang menyerahkan atau yang mendelegasikan. Tanggung jawab pemimpin itu terdiri atas dua tahap, yaitu :
a. Kewajiban untuk menyelesaikan suatu tugas, sehingga tercapai hasil-hasil tertentu
b. Mempertanggungjawabkan kepada atasan atau kepada orang yang mendelegasikan wewenang mengenai hasil yang telah dicapainya.
Sehubungan dengan kepada siapa tanggung jawab itu harus disampaikan, maka secara umum tanggung jawab pemimpin adalah tanggung jawab :
a. Kepada Tuhan Yang Maha Esa c. Institusional
b. Sosial d. Revolusi
Tanggung jawab seorang pemimpin pengelolaan usaha dalam organisasi itu di antaranya :
a. Menyelenggarakan pelayanan sebaik-baiknya terhadap konsumen
b. Membuat perencanaan pengelolaan usaha
c. Melaksanakan tugas bidang usaha
d. Mengatur organisasi pengelolaan usaha
e. Mengarahkan dan mengawasi kegiatan usaha
f. Mengendalikan pelaksanaan organisasi pengelolaan usaha
g. Menggerakkan administrasi, keuangan, dan manajemen pengelolaan usaha
h. Membimbing para karyawan
i. Menyejahterakan para karyawan
j. Mewujudkan tujuan usaha dan mempertahankan kelangsungan hidup usaha.
3. Sikap Pimpinan
Ada beberapa sikap yang harus diperhatikan oleh seorang pemimpin kepada atasanya, sesamanya, bawahannya dan orang luar.
Sikap-sikap yang dimaksud adalah :
a. Sikap dengan atasannya
1) Jaga timing, atasan juga manusia biasa
2) Hargalah wewenang
3) Jangan melampaui atasan dalam hal-hal yang menyangkut perkembangan baru atau setiap hal yang membutuhkan keputusan
4) Lugas
5) Usahakan agar atasan selalu mendapat informasi
6) Tunjukkanlah kerja yang baik dan jujur
7) Jangan korbankan teman sejawat
8) Jangan mencomoohkan dan mengecam atasan di depan umum
9) Jangan suka mengambil muka
10) Jangan menolak apa yang menjadi tanggung jawab anda
b. Sikap dengan rekan setingkat
1) Tolong menolong/bekerja sama yang baik
2) Hindarkan ingin maju tanpa pandang cara, isi hati dan prasangka
3) Jangan bertengkar atau menggunakan bahasa yang tak pantas di muka bawahan
4) Jangan menjelekkan pribadi rekan
5) Jangan menahan keterangan penting apalagi dengan sengaja
6) Jangan membentuk atau memasuki suatu klik
c. Sikap dengan bawahan
1) Bekerja samalah dengan mereka
2) Jangan perasaan mereka
3) Bersedia menerima/menampung pengaduan atau keluhan mereka
4) Bersedia menghadapi oposisi mereka
5) Berikan teladan
6) Bijaksana dalam pengawasan
7) Jangan terlalu lugas
8) Jangan sampai berhutang budi kepada bawahan
9) Jangan berhubungan terlalu erat dengan bawahan
10) Jangan menjanjikan hal-hal yang kiranya tidak dapat ditepati
11) Hindarkanlah tindakan yang bersifat pilih kasih
12) Jangan suka membual
13) Jangan mempekerjakan saudara dalam bagian sendiri
14) Jangan terpengaruh oleh nafsu untuk melakukan sesuatu yang hebat
15) Jangan mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh bawahan
d. Sikap terhadap orang luar (masyarakat)
1) Berikan pelayanan sebaik-baiknya
2) Hindarkanlah birokrasi yang negatif
3) Kita yang melayani masyarkat bukan sebaliknya
4) Nasib saudara tidak tergantung pada atasan saja, tetapi juga pada masyarkat
5) Terima setiap pengaduan dengan rasa terima kasih
6) Penuhilah permintaan masyarakat sesuai dengan apa yang diinginkan mereka
7) Layani orang sakit, korban malapetaka dan sebagainya dengan ikut merasakan penderitaan mereka.
8) Jangan menyiarkan rahasia atau keterangan palsu kepada orang luar.
9) Jangan ikut menyebarkan kabar angin mengenai perusahaan
10) Jangan membicarakan masalah umum perusahaan atau instansi di luar jam kerja.
• Pengambilan Keputusan dalam Bidang Kepemimpinan
Keputusan adalah suatu proses memilih antara berbagai macam cara untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan. Agar lebih jelas di bawah ini diuraikan hal-hal yang berhubungan dengan keputusan.
1. Macam-macam Keputusan
a. Menurut cara pengambilan keputusan
1) Keputusan spontan
Adalah keputusan yang dibuat serentak
2) Keputusan sistematis
Adalah keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan yang matang
b. Menurut jenis keputusannya
1) Keputusan individu
Adalah keputusan yang diambil pimpinan yang merupakan perkembangan historis, sewaktu usaha perusahaan masih bersifat perusahaan perorangan (pribadi)
2) Keputusan kelompok
Adalah keputusan yang diambil kelompok, setelah kesempatan pihak yang akan merasakan akibatnya daripada kesempatan tersebut.
c. Menurut sifat keputusan
1) Keputusan yang bersifat rutin
2) Keputusan yang bersifat mekanis
3) Keputusan yang bersifat sukar
2. Faktor-faktor pengambilan keputusan
a. Faktor psikologis
Artinya dalam membuat keputusan perlu diperhatikan yang terasa maupun yang tidak terasa, emosi dan pikiran
b. Faktor sasaran
Artinya penetapan setiap putusan harus menolong ke arah usaha pencapaian tujuan yang telah ditentukan sasarannya
c. Faktor orang
Artinya membuat keputusan perlu dipertimbangkan orang yang akan merasakan akibat keputusan tersebut
d. Faktor fisik
Artinya membuat keputusan merupakan pekerjaan mental, hal tersebut harus ditransferkan ke arah tindakan fisik.
e. Faktor waktu
Artinya membuat keputusan yang efektif memerlukan waktu yang cukup untuk menganalisis data-data dan masalahnya
f. Faktor pelaksanaan
Artinya setiap keputusan akan menimbulkan suatu rangkaian tindakan.
3. Pertimbangan-pertimbangan dan tindakan membuat keputusan
a. Keputusan yang akan diambil harus dipertimbangkan masak-masak secara objektif. Hal-hal yang perlu dipertimbangankan di sini, antara lain :
1) Manfaatnya
2) Pelaksanaannya
3) Orang-orangnya
b. Tindakan-tindakan yang harus diperhatikan dalam membuat keputusan
1) Menilai data-data 3) Konsekuaensi pilihan
2) Memilih data-data 4) Tindakan pelaksanaan
4. Macam-macam keputusan berdasarkan bidang
Menurut bidangnya kita mengenal beberpa keputusan yang penting, diantaranya :
a. Keputusan mengenai produksi, meliputi:
- Volume output – Praktik pembelian
- Luas lokasi perusahaan – Jumlah inventaris
- Letak lokasi perusahaan – Rencana pembagian gaji/upah
- Susunan perusahaan – Penelitian teknik
- Metode produksi – Pentingnya inspeksi
b. Keputusan mengenai penjualan, meliputi :
- Penetapan dasar – Penetapan harga
- Lokasi kantor – Jenis dan luas reklame
- Pengepakan barang – Metode penjualan
- Penggunaan merk dagang – Penelitian pasar
- Saluran pemasaran
c. Keputusan mengenai permodalan, meliputi :
- Struktur sosial – Rencana permodalan
- Syarat-syarat kredit – Penetapan biaya eksploitasi
- Jumlah kerja – Prosedur kantor
- Usaha modal – Likuidasi
- Pembayaran dividen
d. Keputusan mengenai kepegawaian, meliputi :
- Sumber-sumber tenaga kerja – Absensi
- Teknik seleksi – Saran-saran
- Analisis pekerjaan dan evaluasi – Pensiun
- Luas/jenis-jenis latihan – Kesehatan dan keselamatan kerja
5. Teknik pengambil keputusan
a. Instuisi
Pembuatan keputusan berdasarkan pada intuisi adalah penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan. Hal ini dipengaruhi oleh latihan-latihan serta pengalamannya. Adapun keuntungan dari keputusan ini, di antaranya :
- Keputusan dapat dibuat cepat
- Dipergunakan kemampuan membuat keputusan
- Memuaskan masalah yang sangat penting
b. Fakta
Fakta merupakan dasar yang paling penting untuk keputusan yang cukup menyakinkan, sehingga orang yang merasakan akibat dari keputusan ini tidak bisa membantahnya
c. Pengalaman
Di dalam membuat keputusan perlu diperhatikan kejadian-kejadian masa lalu, sebab berdasarkan pengalaman memberikan petunjuk bagi pembuat keputusan
d. Otoritas (authority)
Adalah wewenang/kekuasaan. Keputusan ini dibuat atas dasar otoritas pembuat keputusan. Keputusan yang dibuat atas otoritas dipedomi dan dipengaruhi oleh faktor :
- Undang-undang – Hak milik
- Peraturan-peraturan - Status
Kebaikannya : cepat diterima, otentik dan bersifat permanen
Keburukannya :
a. Terlampau rutin, akan menjurus kepada praktik diktator
b. Kemungkinan fakta-fakta yang ada kurang dievaluasi
6. Tingkat-tingkat pemikiran dalam pemecahan masalah
Ada lima tingkat pemikiran dalam memberikan pemecahan suatu masalah atau problem, yaitu :
a. Pemikiran secara induktif
Yaitu cara pemikiran dengan penguraian yang didasarkan atas tindakan membangun sebuah prinsip umum berdasarkan hal-hal khusus (dari khusus ke umum).
b. Pemikiran secara deduktif
Yaitu cara pemikiran dengan penguraian yang didasarkan dari kesimpulan umum diadakan uraian-uraian hingga memperoleh hal-hal yang khusus (dari umum ke khusus)
c. Pemikiran secara pemecahan masalah (problem solving)
Yaitu suatu cara pemikiran yang bersifat mengumpulkan fakta-fakta mengenai situasi tertentu, menetapkan problem yang dihadapi dan akhirnya diambil keputusan guna memecahkan masalah tersebut.
d. Pemikiran secara kausatif
Yaitu cara pemikiran yang membentuk kejadian dan hasil di masa yang akan datang, tanpa menunggu nasib menentukannya.
e. Pemikiran secara kreatif
Yaitu cara pemikiran dengan tindakan-tindakan yang melahirkan ide-ide baru bagi seorang individu bilamana ide-ide tersebut berguna baginya.
7. Tantangan terhadap ide-ide baru
Ide-ide baru tidak mudah diterima, malahan banyak ide baru itu pada mulanya ditentang dan ditolak. Dalam mengemukakan ide-ide baru selalu mendapat tantangan, disebabkan karena hal-hal sebagai berikut :
a. Sudah merasa puas dengan keadaan yang telah ada
b. Pihak yang diberi ide baru masih konservatif, ortodok, dan kolot
c. Takut dirugikan karena vasted interest
d. Pembawa ide baru takut resiko dan tidak tepat timing
e. Sikap acuh tak acuh dari yang seharusnya menerima ide baru
Kemampuan untuk berfikir kreatif dan menciptakan ide-ide baru merupakan pembawaan setiap orang, semua orang pada tingkat-tingkat harus memiliki hal-hal sebagai berikut :
a. Pengetahuan harus luas d. Semangat kerja yang tinggi
b. Pengalaman yang cukup e. Dapat memusatkan pikiran/konsentrasi
c. Kemauan yang keras

Uji diri
1. Tugas seorang pemimpin adalah memelopori, artinya …………………..
2. Tanggung jawab institusional adalah tanggung jawab pimpinan kepada ……………..
3. Tanggung jawab itu tidak dapat dilepasakan dari ………………..dan …………….
4. Usaha untuk memilih sesuatu tindakan yang telah ditentukan oleh salah satu pilihan disebut ……………….
5. Keputusan rutin, mekanis dan sukar merupakan macam-macam keputusan menurut ….
6. Sebutkan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip!
7. Apakah tugas utama pemimpin pengelola usaha?
8. Apa yang dimaksud dengan keputusan individu?
9. Apa yang dimaksud tanggung jawab sosial?
10. Sebutkan lima contoh keputusan di bidang produksi!

Kegiatan Belajar Ke-10 s.d. 13
• Mengelola Konflik
1. Pengertian Konflik
Konflik adalah salah satu bentuk interaksi sosial yang bersifat negatif. Dalam situasi konflik, peranan emosi, dan temperamen lebih dominan daripada pertimbangan akal sehat. Faktor-faktor penyebab timbulnya konflik adalah sebagai berikut :
a. Adanya benturan kepentingan dari berbagai pihak
b. Terjadinya perubahan sosial yang terlalu cepat, warganya belum siap.
c. Timbulnya rasa benci dan dendam terhadap rivalnya
d. Adanya pemaksaan dari yang kuat terhadap pihak yang lemah
e. Timbulnya keberingasan yang sulit dikendalikan
f. Meletusnya revolusi politik yang menjurus pada perebutan kekuasaan
Ciri-ciri konflik adalah sebagai berikut :
a. Terjadinya perebutan sesuatu dengan kekerasan
b. Terjadinya interaksi sosial yang tidak harmonis dan saling curiga
c. Timbul rasa benci, antipai, dan dendam satu sama lain
d. Timbul usaha-usaha saling menjatuhkan (perang urat saraf)
e. Usaha melerai lewat cara-cara damai telah gagal
f. Akhirnya terjadi benturan fisik, kerusuhan sosial dan perang
Konflik bisa diawali oleh adanya persaingan yang sangat kejam, tetapi ciri-ciri persaingan berbeda dengan konflik.
Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
Ciri-ciri persaingan adalah sebagai berikut :
a. Ada sejumlah orang/kelompok yang sama –sama menginginkan sesuatu yang jumlahnya terbatas.
b. Masing-masing orang/kelompok berusaha keras untuk memperoleh sesuatu yang diinginginkan tadi secara sportif
c. Dalam bersaing tidak terjadi benturan fisik dan usaha saling menjatuhkan
d. Persaingan bisa terjadi hampir di semua segi kehidupan (ekonomi, politik, sosial budaya, suku/ras, pendidikan dan sebagainya)
Persaingan memiliki berbagai fungsi sebagai berikut :
a. Untuk menyalurkan keinginan yang kompetitif
b. Sebagai alat untuk menyeleksi prestasi yang tinggi
c. Dapat membantu usaha-usaha pemilihan sesuatu yang sesuai dengan keinginan publik (misalnya pemimpin)
d. Dapat mendorong seseorang untuk belajar, bekerja dan berjuang lebih keras lagi
Ruang lingkup persaingan:
a. Bidang sosial ekomoni
b. Bidang sosial budaya
c. Bidang sosial politik
d. Bidang keagamaan
Hasil akhir dari suatu persaingan berhasil bila :
a. Terjadinya perubahan sikap dan kepribadian yang makin mantap
b. Timbulnya daya juang yang dinamis dan progresif
c. Timbulnya rasa percaya diri
d. Makin kokohnya solidaritas dan kebanggaan kelompok.
Kontra versi adalah bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang terhadap perorangan, kelompok atau unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian, tetapai tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
Proses kontravensi mencakup lima subproses :
a. Proses yang umum dari kontravensi seperti penolakan, keengganan, gangguan terhadap politik lain, dan sebagainya
b. Kontravensi sederhana seperti memaki-maki, mencerca, memfitnah dan lain-lain
c. Kontravensi yang insentif seperti penghasutan, penyebaran desas-desus, mengecewakan pihak lain dan sebagainya
d. Kontravensi yang bersifat rahasia seperti berkhianat dan sebagainya
e. Kontravensi yang bersifat taktis atau membingungkan lawan dan sebagainya
Tipe-tipe kontravensi :
a. Kontravensi yang menyangkut generasi
b. Kontravensi yang menyangkut perbedaan jenis kelamin
c. Kontravensi parlementer
2. Macam-macam konflik
a. Konflik pribadi (indivisual), skalanya kecil dan insidental (tidak lama)
b. Konflik antar suku/ras, antar kampung, antargolongan. Skalanya lebih besar, melibatkan banyak orang, waktunya lama dan kerugiannya besar.
c. Konflik antar kelas sosial, yaitu antara kaum buruh dengan pengusaha, antara kelompok bawah (miskin) dengan kelompok atas.
d. Konflik politik, yaitu konflik antar partai politik karena terjadi benturan ideologi, asas dan cita-cita politik yang tidak bisa dikompromi.
e. Konflik internasional, yaitu konflik yang melibatkan beberapa kelompok negara (blok) karena benturan kepentingan atau ekspansi ke wilayah negara lain.
3. Akiat konflik
a. Bertambah kuatnya solidaritas in group, jika konfliknya dengan kelompok lain
b. Terjadinya disintegrasi (perpecahan)
c. Berubahnya kepribadian seseorang/kelompok tertentu (bagi yang kalah perang)
d. Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia
e. Terjadinya akomodasi, dominasi atau takluknya pihak tertentu
4. Upaya mengatasi konflik dan mewujudkan keteraturan sosial
Konflik dapat diredam/dikurangi/diatasi dengan cara-cara sebagai berikut :
a. Kompromi, yaitu kedua belah pihak yang bertikai saling mengalah, menerima kebijakan tertentu atas dasar suka sama suka
b. Toleransi, yaitu sikap saling menghargai dan menghormati pendirian masing-masing pihak
c. Konversi, yaitu salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain
d. Coercion, yaitu penyelesaian suatu konflik melalui suatu proses secara dipaksakan
e. Mediasi, yaitu penyelesaian suatu konflik dengan mengundang pihak ketiga yang netral yang berfungsi sebagai fasilitator/mediator
f. Arbitrasi, yaitu penyelesaian suatu konflik melalui pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak yang bertikai, yang secara aktif mengupayakan perdamaian
g. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang bertikai dalam suatu perundingan agar diperoleh suatu persetujuan bersama
h. Ajudikasi, yaitu penyelesaian perkara atau pangkal pertentanga di pengadilan
i. Segredasi, yaitu upaya untuk saling memisahkan diri dari pihak-pihak yang berikai dalam rangka menghilangkan konflik
j. Genjatan senjata, yaitu penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu sambil mengupayakan diselenggarakan upaya-upaya penyelesaian konflik diantara pihak yang bertikai
5. Upaya mewujudkan keteraturan sosial
Untuk keteraturan masyarakat bisa ditempuh dengan berbagai cara (persuasif, prevesif, coercive, represif)
a. Membuat sistem norma, perundang-undangan, hukum yang baik disertai sanksi yang tegas
b. Mensosialisasikan norma/perundang-undangan/hukum keseluruh warga masyarakat
c. Mengadakan ceramah-ceramah keagamaan dengan tema sosial, kesehatan. Sasaran utamanya adalah generasi muda
d. Memberian contoh sikap, perilaku yang baik, sopan sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku
e. Melakukan pengawasan dan pengendalian sosial secara terus menerus.
f. Melakukan tindakan pemaksaan (coercive) dan hukuman kepada orang yang melakukan pelanggaran hukum dan terbukti bersalah
g. Jika di masyarakat terjadi ketidakteraturan atau pertikaian, maka pejabat setempat, aparat keamanan dan tokoh masyarakat harus cepat betindak menyelesaikan secara adil dan tuntas
h. Para pemimpin dan pemuka masyarakat harus mengajak dan membiasakan warganya untuk hidup rukun dan toleransi serta menaati peraturan yang berlaku (persuasif)
i. Untuk menstimulasi masyarakat agar terbiasa hidup bersih, tertib dan teratur , maka perlu diadakan lomba kebersihan/keteraturan/ketertiban lingkungan secara periodik dengan hadiah yang cukup besar.


Uji Diri
1. Bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan konflik adalah ………
2. konflik bisa diawali oleh adanya ……………
3. Dalam situasi konflik, peranan emosi dan tempramen lebih dominan daripada ………
4. intimidasi dan provokasi termasuk kontraversi yang bersifat …………..
5. Penyebab konflik bisa berasal dari pribadi karena …………… dan ………….
6. Apakah yang dimaksud dengan persaingan?
7. Sebutkan ciri-ciri persaiangan!
8. Apakah fungsi persaingan? Sebutkan dengan rinci!
9. Apakah yang dimaksud dengan kontravensi?
10. Sebutkan bentuk contoh kontravensi intensif!

Mengembangkan Visi dan Misi Usaha
1. Visi Perusahaan
Visi dapat diartikan sebagai berikut :
a. Daya lihat dan pengelihatan
b. Pandangan terhadap suatu masalah
c. Khayalan atau bayangan yang terlihat dalam mimpi atau dalam angan-angan
d. Kemampuan untuk melihat pada inti persoalan
e. Orientasi masa depan
f. Pandangan atau wawasan ke depan
Seorang wirausaha harus mempunyai perspektif, mempunyai visi ke depan, apa yang hendak dilakukan dan apa yang ingin dicapai. Sebab usaha tidak didirikan untuk sementara tetapi untuk selamanya. Oleh sebab itu, faktor kontinuitas harus dijaga dan harus ditunjukan ke depan. Untuk menghadapi pandangan jauh kedepan, seorang wirausaha akan menyusun perencanaan dan strategi yang matang agar langkah yang akan dilaksanakan jelas.
2. Visi masa depan
Visi pada hakekatnya merupakan pencerminan kotmitmen, kompetensi dan konsistensi. Sebuah visi memperlihatkan sebuah pandangan masa depan yang realistis, menarik, dapat dipercaya bagi organisasi, suatu keadaan yang lebih baik dalam arti tertentu daripada keadaan sekarang.
Sebuah visi adalah suatu sasaran yang memberi isyarat. Ketika John F. Kennedy menetapkan tujuan untuk mendaratkan orang di bulan pada tahun 1970, ia memusatkan perhatian pada prestasi yang berharga dan yang dapat dicapai. Dengan sebuah visi, pemimpin menyediakan sebuah jembatan yang penting dari masa sekarang ke masa depan organisasi.
Sebuah organisasi adalah sekelompok orang yang bersatu dalam sebuah usaha bersama. Individu bergabung dengan perkumpulan itu dengan harapan mendapat imbalan atas partisipasinya. Sebagaimana oleh pertimbangan psikologisial status, harga diri, prestasi, eksistensi yang berarti. Sebagaiman individu dari usahanya mendapatkan tempat yang tepat dalam masyarakat. Imbalan organisasi juga mungkin ekonomis (keuntungan, pertumbuhan, akses ke berbagai sumber daya) dan atau psikolososial (prestise, keabsahan, kekuasaan, dan pengakuan).
Maka, disatu pihak organisasi berusaha untuk memaksimalkan imbalannya dari posisinya dalam lingkungan luar, dan di pihak lain individu dalam organisasi berusaha memaksimalkan imbalannya dari artisipasinya dalam organisasi. Jika organisasi memiliki suatu tujuan, arah dan masa depan yang jelas dan diinginkan, dan jika gambaran sudah dimiliki bersama, individu-individu tentu akan menemukan peranannya baik dalam organisasi datau dalam masyarakat di mana mereka menjadi anggota. Mereka merasa penting apabila mereka diubah dari robot yang mematuhi perintah secara buta menjadi makhluk hidup dalam suatu keadaan spekualatif yang kreatif dan mempunyai maksud tertentu. Jika para individu merasa bahwa mereka dapat berbuat sesuatu yang berharga dan dapat memperbaiki masyarakat melalui partisipasinya dalam organisasi, hampir dapat dipastikan bahwa mereka membawa kekuatan dan antusiasme pada pekerjaan mereka dan bahwa hasil pekerjaan mereka saling memperkuat. Dengan keadaan seperti ini, energi manusiawi organisasi mencapai tujuan bersama dan sebuah prasayarat untuk sukses telah dipenuhi. Energi tersebut berbentuk antusiasme, komitmen, kebanggaan, kemauan untuk bekerja keras yang lebih dari pada yang seharusnya.
Visi bersama mengenai masa yang akan datang juga mengusulkan ukuran keefektifan bagi organisasi dan semua bagiannya. Ia menolong orang membedakan apa yang baik dan apa yang buruk bagi organisasi dan apakah hal tersebut bermanfaat. Paling penting, ia membuka kemungkinan untuk mendistribusikan pengambilan keputusan secara luas. Oleh karena itu, perilaku individu dapat dibentuk, diarahkan, dikoordinasi dengan cara memperkuat visi mengenai masa depan yang dimiliki bersama. Dengan memusatkan perhatian pada suatu visi, pemimpin mengoperasikan sumberdaya emosional dan spiritual organisasi, mengoperasikan nilai, komitmen, dan aspirasinya. Para pemimpin besar seringkali mengispirasikan pengikutnya untuk mencapai hasil yang lebih tinggi dengan menunjukkan kepada mereka bagaimanakah pekerjaan mereka memberi sumbangan yang bermanfaat. Beberapa kebutuhan besar manusia merupakan keinginan emosional, kebutuhan untuk menjadi penting, untuk membuat perbedaan, untuk merasa berguna, untuk menjadi bagian dari perusahaan yang sukses dan bergengsi.
Dengan segala keuntungan ini tentunya orang akan berfikir bahwa organisasi akan berusaha benar-benar untuk mengembangkan gambaran yang jelas tentang masa depan yang diinginkan, tapi tampaknya tidak selalu begitu. Sebaliknya, visi dari banyak organisasi tidak terfokus dan tidak memiliki keterpaduan. Tidak terfokusnya visi disebabkan oleh banyak hal, antara lain :
- Dalam beberapa dekade belakangan ini telah timbul berbagai interprestasi yang baru yang baru dan penting tentang peranan keluarga, kualitas kehidupan, etika bekerja, tanggung jawab sosial dan bisnis, hak dari minoritas, dan nilai-nilai lainnya serta lembaga-lembaga yang dulunya diperkirakan akan abadi dan permanen.
- Telekomunikasi dan transportasi yang serba cepat menyebabkan produk, gagasan, pekerjaan, dan sumber alam menjadi semakin tergantung pada satu sama lain
- Pembaharuan yang cepat telah melahirkan spesialisasi para ahli dan berbagai masalah berat dalam mengkoordinasikan para kekerja teknis.
- Kemauan untuk bereksperimen dengan bermacam bentuk dan norma sosial yang baru telah memecah masyarakat ke dalam beraneka ragam gaya hidup, masing-masing dengan preferensi-preferensinya sendiri.
- Para pekerja mencari dan menerima suara yang lebih besar dalam pengambilan keputusan, yang dulunya merupakan wilayah ekslusif dari manajemen.
Cara sejarawan menulis mengenai pemimpin besar cenderung memberi kesan seakan-akan mereka memiliki kejeniusantransendental, seakan-akan mereka mempunyai visi dan pengertian akan tujuan hidup dari dalam sumber batin yang misterius. Pemimpin mungkin telah memilih visinya dari berbagai visi yang bersedia pada saat itu, dan memusatkan perhatian pada visi yang telah dipilihnya itu, memberinya bentuk dan ligitimasi. Seorang pemimpin haruslah seorang pendengar yang hebat, terutama kepada mereka yang menganjurkan berbagai gambaran baru atau berbeda-beda tentang kenyataan yang sedang timbul. Hampir semua pemimpin menghabiskan banyak banyak waktu mereka untuk berinteraksi dengan penasehat, konsultan, pemimpin lain, ahli perencana, dan ermacam-macam orang dari dalam maupun luar organisasi mereka sendiri dalam usaha mencari visi ini.
Tugas memadukan arah yang tepat bagi organisasi dirumitkan banyaknya dimensi dan visi yang mungkin diperlukan. Pemimpin memerlukan :
a. Pandangan ke depan, supaya dapat menilai bagaimana kesesuaian visi itu dengan gerak perkembangan lingkungan organisasi.
b. Pandangan ke belakang, supaya visi itu tidak menyalahi tradisi dan kebudayaan organisasi
c. Pandangan dunia sebagai kerangka untuk menginterprestasikan dampak dari berbagai perkembangan dan kecenderungan baru yang mungkin timbul.
d. Persepsi mendalam, supaya gambaran keseluruhan dapat terlihat secara rinci dan dalam perspektif yang tepat
e. Visi sekeliling, supaya tanggapan yang mungkin datang dari para saingan atau petaruh lain terhadap arah baru itu dapat dipahami.
f. Proses revisi, agar semua visi terdahulu yang sudah dipadukan ditinjau terus menerus sejalan dengan berubahnya lingkungan.
Pemimpin dapat menghasilkan pandangan-pandangan baru mengenai mas depan dan mungkin merupakan seorang jenius dalam memadukan dan menjelaskan pandangan-pandangan itu, tetap hal ini baru akan efektif bila pandangannya itu telah berhasil dikomunikasikan ke seluruh organisasi dan secara efektif melembaga sebagai prinsip penuntun. Kuat tidaknya pemimpin tergantung mampu tidaknya dia mengkomunikasikan gagasan-gagasannya.
Sebuah visi tentang masa depan tidak hanya ditawarkan oleh sang pemimpin sekali saja agar diterima selamanya untuk kemudian dibiarkan menghilang, namun harus diulang-ulang. Visi harus dijelmakan dalam kebudayaan organisasi dan diperkuat melalui proses pengambilan strategi dan keputusan. Visi harus dielvaluasi secara terus menerus untuk diketahui perlu tidaknya perubahan akibat adanya keadaan baru.
Pemimpin boleh jadi adalah seseorang yang menjelaskan visi itu dan memberinya keabsahan, yang mengekspresikan visi itu dalam retorika yang memikatdan membakat imajinasi serta emosi pengikutnya, dan yang melalui keputusan yang mampu menggerakkan pekerjaan. Namun jika ingin agar organisasi sukses, visi itu harus tumbuh dari kebutuhan-kebutuhan seluruh organisasi yang bersangkutan dan diakui atau dimiliki oleh semua. Singkatnya, visi harus menjadi bagian suatu arsitektur sosial baru dalam organisasi.
Seorang pemimpin harus dapat :
a. Menciptakan sebuah visi baru yang bersifat mendorong dan mampu membawa tenaga kerja ke suatu tempat yang baru
b. Mengembangkan komitmen bagi visi yang baru
c. Melembagakan visi baru itu
Visi perusahaan mengandung dua aspek wawasan penting yaitu :
a. Subjek-subjek pelaku ekonomi yang ternyata mau tak mau niscaya berada dalam sebuah ruangan kehidupan yang sama, perlu mengapresiasikan kerjasama dengan pelaku bisnis lainnya
b. Setiap subjek sebagai pelaku ekonomi di tengah dunia usaha perlu mengapresiasikan keunikan subjek atau pelaku ekonomi lainnya. Subjek-subjek berada di tengah dunia usaha dalam rangkuman keunikan masing-masing yang menggerakkan perbuatan strategi pemasaran produk yang ditawarkan, sudut pandang, orientasi usaha, dan sebagainya.
Visi perusahaan harus memiliki daya saing strategis dengan :
a. Menggunakan keunggulan penanganan manajemen perusahaan yang efektif
b. Memanfaatkan setiap peluang usaha
c. Mengendalikan persediaan
d. Kegiatan usaha lebih efektif
e. Menerima umpan balik pelanggan dengan cara memantau kepuasan pelanggan
f. Memiliki akses ke pasar nasional dan internasional
g. Mampu bertahan dari gempuran dan ketatnya persaingan industri berskala besar dan internasional
h. Memberikan respon secara tepat terhadap berubahnya pola industri dan persyaratan pemasaran
i. Berpenampilan menarik
j. Berkualitas
k. Bisa diproduksi secara cepat dan efisien
l. Mampu menanggulangi masalah pengangguran
m. Memperoleh profit semaksimal mungkin untuk kesejahteran karyawan dan kelangsungan hidup perusahaan
Visi diartikan sebagai jangkauan pemikiran, menembus batas waktu pemikiran menjangkau masa datang 20-30 tahun kedepan. Visi akan mengerahkan wirausahawan untuk secara proaktif mengantisipasi masa datang. Melalui visi yang dipunyai, wirausahawan mengubah dan memperbaiki bisnisnya secara gradual dan radikal. Dengan visi tersebut, bisa saja wirausahawan mencanangkan :
a. Penduduk yang menghargai waktu diantisipasi dengan membuka rumah makan fast food, wartel (komukasi singkat, tidak usah mengjungi lawan komunikasi), usaha taksi, dan lain-lain.
b. Individualis diantisipasi dengan membuka agen walkman, alat dan sarana permainan dan lain-lain.
c. Kebutuhan informasi diantisipasi dengan mendirikan bursa tenaga kerja menjadi provider internet, mendirikan penerbitan pers, dan lain-lain.
Visi juga berarti kemampuan membayangkan masa yang akan datang. Bukan secara gaib atauun ramalan, namun memang bersifat imajinatif. George Barna mengatakan “visi adalah gambaran di dalam mata batin anda mengenai bagaimana nantinya suatu hal akan atau bakal terjadi”.
Wirausahawan yang memiliki visi akan merasa bahwa dunia seakan-akan terbuka lebar di hadapannya. Wirausahawan yang punya visi tidak ada kaitannya dengan jabatan atau pangkat orang itu. Ia bisa saja berasal dari kalangan sopir truk, bankir, rektor, juru tulis bahkan petani.
Katherine Logan mengatakan, “ suatu visi bisa memberitahu kepada kita apa yang bisa menjadi milik kita.” Dengan kata lain, visi dapat mengajak kita melakukan sesuatu. Melalui sikap mental yang sehat, kita bisa meraih setiap keinginan dan impian yang ingin diwujudkan. Tentu saja dengan mengerahkan segenap potensi yang kita miliki, menuju hasil yang lebih besar, lebih baik dan lebih memuaskan. Visi memberi kita keuntungan besar dan membuka lebar pintu peluang. Visi juga akan meningkatkan kemampuan seseorang. Makin luas visinya, makin besar potensi yang berkembang di dalam dirinya.
Visi yang luas tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan. Dengan demikian, anda tidak harus terlahir dengan kemampuan untuk melihat berbagai peluang dan kemampuan untk menvisualisasikan masa depan yang baik. Visi adalah suatu hal yang dapat dibentuk dan dipupuk dan bisa dikembangkan.
3. Misi perusahaan
Misi perusahaan pada umumnya meliputi :
a. Tugas untuk memelihara citra perusahaan melalui hubungan masyarakat yang baik
b. Tugas untuk memlihara etika perusahaan yang berhubungan dengan kaidah-kaidah dan nilai-nilai baik dan buruk dalam transaksi niaga.
Misi perusahaan pada dasarnya merupakan strategi untuk mencapai visi perusahaan. Dengan demikian, misi perusahaan antara lain sebagai berikut :
a. Menjadikan perusahaan mampu memperoleh profit secara maksimal demi kelangsungan perusahaan dan kesejahteraan karyawannya.
b. Mampu memproduksi barang-barang yang variatif yang sesuai dengan kemajuan teknologi dan permintaan pasar
c. Menerapkan kegiatan-kegiatan perusahaan dan turut membantu kelesatarian lingkungan hidup demi kelangsungan hidup perusahaan sendiri
d. Menghargai hak-hak pekerja untuk berorganisasi memperjuangkan hak-hak mereka
e. Memberikan jalan keluar bagi kelangkaan prasarana menopang industri berskala besar
f. Mampu menjadikan perusahaan sebagai usaha untuk menanggulangi masalah pengangguran
g. Menjadikan perusahaan mampu berusaha dari gempuran dan ketatnya persaingan dengan industri berskla besar
h. Menerapkan manajemen perusahaan yang efektif serta mekanisme yang lebih efisien
i. Membuat perusahaan melakukan persaingan dengan integritas tinggi dengan cara menghormati nilai-nilai yang berlaku
j. Mampu menawarkan produk yang bervariasi dengan harga saing dan memenuhi selera konsumen, berpenampilan menarik, berkualitas, dan dapat diproduksi secara cepat dan efisien
k. Menjadikan perusahaan mampu mendorong lahirnya ide-ide baru yang lahir dari kreativitas penyatuan perusahaan dengan melakukan inovasi sehingga produk yang ditawarkan cukup kompetitif.
l. Menerapkan strategi yang bisa melakukan terobosan untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia melalui pemambahan kemampuan wawasan dan informasi melalui berbagai pelatihan jangka pendek atau media penerangan
m. Mampu mengembangkan pemahaman yang jelas tentang berbagai arus informasi yang dikelola dengan baik sebagai pendukung dalam pengambilan keputusan pemasaran
n. Mampu membuka jalan bagi terbangunnya loyalitas konsumen kepada produk yang dipasarkan perusahaan
o. Mampu menerapkan berbagai strategi yang merupakan sejumlah tindakan yang terintegrasi dan terkoordinasi untuk mendayagunakan kompetensi ini serta memperoleh keunggulan bersaing
p. Membuat perusahaan mampu menyediakan barang atau jasa dengan karakteristik yang dapat diterima pelanggan pada harga bersaing yang serendah mungkin atau menyediakan produk yang diyakini konsumen seagai suatu yang unik serta berpartisipasi dengan cara yang sehat dan tepat.
q. Mampu mencapai daya saing strategis perusahaan dengan cara menerapkan stratgei keunggulan biaya, menawarkan produk dengan fungsi dapat diterima konsumen pada harga yang tertap bersaing.
4. Tujuan dan kunci keberhasilan usaha
Mengingat begitu luasnya ruang gerak dan jenis usaha, wirausahawan harus dapat menentukan tujuan kegiatan usaha yang dilakukannya sehingga menentukan keberhasilan usaha yang ditekuninya. Pada dasarnya, kegiatan semua bidang usaha bertujuan mendapatkan laba.
Rosaberth M. Manter (Harvard Business Review) menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang membedakan antara usaha wirausaha yang berhasil dan yang biasa-biasa saja. Menurutnya, ada sembilan indikasi usaha yang berhasil, yaitu : founders, focused, fast, flexible, forever novating, flat, frugal, friendly dan fun (sembilan “F”)
a. Founders (pendiri)
Setiap usaha baru, haruslah mempunyai wirausahawan tangguh, yaitu wirausahawan yang mampu berinovasi dan cemerlang memasarkan produk perusahaan serta mempunyaiperilaku yang konstruktif
b. Focused (pemusatan)
Merupakan usaha yang menekuni core-competence (kemampuan inti), menekuni keunggulan bersaing di segmen pasar. Perusahaan wirausaha memusatkan perhatian pada pasar yang khusus.
c. Fast ( cepat)
Seorang wirausaha harus mempunyai kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan dan bertindak
d. Flexible (mudah menyesuaikan)
Kegiatan usaha yang dilakukan oleh wirausahawan hendaknya terbuka terhadap perubahan, baik perubahan internal maupun eksternal.
e. Forever novating (berinovasi terus)
Keunggulan seorang wirausaha dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengimitasi dan berinovasi
f. Flat (datar)
Organisasi wirausaha memiliki sedikit mungkin lapisan manajemen
g. Frugal (hemat)
Dengan menjaga overhead rendah dan produktivitas tinggi, organisasi wirausaha menjaga biaya serendah mungkin
h. Friendly (bersahabat)
Perusahaan bersahabat dengan para pelanggan, pemasok, dan karyawan
i. Fun (gembira)
Bergabung dengan perusahaan merupakan kegembiraan
Selain sembilan “F” tersebut, ada juga sepuluh “D” indikasi usaha yang berhasil, yaitu :
a. Dream (mimpi)
Wirausaha memiliki visi atas masa depan dan kemampuan mengimplementasikan mimpi mereka.
b. Decidivenes
Wirausaha tidak pernah menangguhkan waktu dan mereka membuat keputusan dengan cepat
c. Doers (pelaku)
Wirausaha melakukan suatu jenis tindakan secepat mungkin
d. Determination (ketetapan hati)
Wirausaha mengimplementasikan usaha dengan komitmen total dan tidak mudah menyerah saat menjumpai kesulitan yang tampaknya tidak mungkin diatasi
e. Dedication (kesetiaan)
Wirausaha berdedikasi total terhadap bisnisnya, kadangkala mengorbankan hubunga dengan kawan atau keluarganya serta tidak mengenal lelah
f. Devotion (kesetiaan)
Wirausaha mencintai apa yang dikerjakannya. Dengan rasa cinta inilah mereka tetap bertahan ketika usaha mereka menghadapi kesulitan
g. Detail (terperinci)
Tetap berdiam di dalam rincian. Tidak ada yang lebih tepat menggambarkan daripada saat memulai dan meningkatka bisnis
h. Destiny (nasib)
Wirausaha ingin bertanggungjawab atas nasib mereka daripada bergantung kepada seorang atasan
i. Dollars (uang)
Menjadi kaya bukanlah motovator utama bagi wirausahawan. Uang lebih berarti sebagai ukuran kesuksesannya. Mereka menganggap, jika mereka sukses akan diberikan penghargaan
j. Destribute (distribusi)
Wirausaha mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada karyawan kunci yang merupakan faktor penting bagi kesuksesan bisnisnya.
Langkah pokok yang sistematis dalam proses perencanaan menurut B.N. Marbun sebagai berikut :
a. Menentukan tujuan atau bidang usaha yang akan dijalankan
b. Mengumpulkan fakta, data dan informasi mengenai situasi, dan kondisi diri dan perusahaan
c. Mengadakan pembahasan atau analisis mengenai fakta, data dan informasi
d. Merumuskan sasaran tegas, tepat dan bertanggung jawab
e. Merumuskan berbagai macam alernatif dan memilih alternatif yang terbaik
f. Merumuskan rencana strategis
Hal-hal lain yang perlu dicermati oleh wirausahawan dalam menentukan tujuan dan keberhasilan usaha yang dikemukakan oleh Geoffrey G. Meredith adalah sebagai berikut :
a. Berjiwa wirausaha
b. Kepemimpinan
c. Mengambil resiko
d. Mengambil keputusan
e. Perencanaan bisnis
f. Penggunaan waktu secara efektif
g. Rencana tindakan keuangan
h. Pengembangan sikapperhitungan keuangan terhadap sumber daya
i. Pengukuran dan mengendalikan strategi serta hasil keuangan
j. Sukses dibidang keuangan melalui orang
k. Perangkat untuk pengendalian keputusan sistem informasi
l. Perolehan sumber-sumber daya yang langka
m. Penilaian peluang pasar
n. Pemasaran barang atau jasa
o. Penggunaan sumber daya luar
p. Berhubungan dengan badan-badan pemerintah
5. Pengendalian alnalisis SWOT
Dalam merintis usaha yang akan dilakukan oleh seorang wiraushaa dapat berdasarkan analisis SWOT. SWOT singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opprtunies (kesempatan) dan Threaties (ancaman) yang dimiliki oleh seorang wirausahawan dalam menjalankan kegiatan usaha.
a. Strengths (kekuatan)
Faktor-faktor yang dapat dikatagorikan ke dalam “kekuatan” antara lain adalah :
1) Modal yang relatif cukup besar
2) Manajemen/wirausahawan yang profesional dan berwibawa
3) Memiliki kantor dan jaringan relatif tersebar
4) Jumlah staf/personil relatif banyak
5) Kemampuan personil dilihat dari pendidikan dan pengalaman relatif baik
6) Dedakasi personel terhadap tugasnya yang relatif tinggi
7) Sarana yang dimiliki cukup lengkap
8) Staf yang inisiatif, kreatif, dan inovatif
b. Weakness (kelemahan)
Faktor-faktor yang tergolong ke dalam katagori “kelemahan” sebagian besar merupakan kekurangan yang sifatnya kebalikan daripada “strengths” antara lain adalah :
1) Modal yang relatif kecil
2) Manajemen/wirausahawan yang belum profesional dan kurang keahliannya
3) Belum memiliki kantor dan jaringan kurang
4) Jumlah staf/personil kurang memadai
5) Kemampuan personil dilihat dari pendidikan dan pengalaman dibawah standar normal
6) Sarana yang dimiliki kurang lengkap
7) Staf kurang memiliki inisiatif, kreatif, dan inovatif
c. Opprtunies (kesempatan)
Faktor-faktor yang dapat dimasukkan ke dalam “kesempatan” antara lain adalah :
1) Peraturan pemerintah yang menunjang ke arah yang menguntungkan
2) Fasilitas-fasilitas tertentu atau hak yang diberikan karena kemudahan memperolehizin usaha
3) Dukungan dari DPUN (Dewan Pengembangan Usaha Nasional) dan KPEN (Komisi Pengembangan Ekonomi Nasional)
4) Kegiatan usaha yang dilakukan berkaitan dengan kemungkinan usaha tersebut akan dapat meraih keuntungan relatif besar
5) Lingkungan tempat usaha yang memberikan kesempatan
6) Restrukturisasi penguasan aset ekonomi
7) Semakin berkurangnya berperan sertanya pemerintah dan semakin meningkatnya peran serta swasta dalam pembangunan
8) Desentralisasi dan otonomi pengambilan keputusan pemerintah tingkat kabupaten
9) Sektor informal dalam kegiatan usaha yang lebih menjanjikan
10) Penetapan lokasi usaha atau cabangnya di daerah-daerah tertentu lebih dahulu daripada yang lainnya
11) Kebiasaan atau adat istiadat anggota masyarakat suatu daerah yang positif dan menunjang kemajuan usaha
12) Sistem ekonomi menuju ke arah yang baik
d. Threaties (ancaman)
Faktor-faktor yang tergolong dalam “ancaman” sebagian besar berupa kebalikan daripada “kesempatan” antara lain adalah :
1) Arah peraturan pemerintah yang berkaitan dengan sistem ekonomi kerakyatan belum jelas
2) Terlalu birokratis pengurusan izin usaha menyebabkan biaya tinggi
3) Dukungan dari DPUN dan KPEN belum jelas arahnya
4) Kegiatan usaha yang dilakukan masih ada kemungkinan tidak dapat meraih keuntungan bahkan memperoleh kerugian yang besar
5) Lingkungan usaha kurang memberi kesempatan
6) Situasi pasar yang masih lesu dan nilai rupiah yang masih lemah
7) Situasi politik yang belum stabil
8) Adanya ancaman disintegrasi bangsa

Uji diri
1. Visi pada hakikatnya merupakan pencerminan …………. dan ………
2. visi adalah suatu hal yang dapat …………….,………….. dan ……….
3. pada dasarnya kegiatan semua bidang usaha bertujuan ………………………..
4. salah satu indikasi usaha yang berhasil adalah forever inovating, artinya …………….
5. salah satu misi perusahaan adalah menjadikan perusahaan mampu mendorong lahirnya ……………
6. tugas memadukan arah yang tepat bagi organisasi dirumitkan oleh banyaknya dimensi dari visi yang mungkin diperlukan. Mengapa seorang pemimpin memerlukan pandangan ke depan?
7. visi perusahaan mengandung dua aspek wawasan penting. Sebutkan edua aspek tersebut!
8. bagaimana wirausahawan mengantisipasi kebutuhan informasi?
9. salah satu misi perusahaan adalah mampu mencapai daya saing strategis perusahaan. Bagaimana caranya?
10. salah satu indikasi usaha yang berhasil adalah flexible, jelaskan maksudnya!

Kamis, 03 Desember 2009

Proposal Usaha Kelas 2.2.2

PROPOSAL USAHA


Untuk memulai berwirausaha sangat mudah namun untuk menetapkan jenis usaha yang cocok dan menguntungkan sulit sekali. Menetapkan jenis usaha yang diinginkan perlu dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum menetapkan perencanaan, permodalan dan pengalaman dalam bidang usaha. Kita perlu membaca-baca ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan masalah bisnis, mengikuti ceramah-ceramah tentang usaha, mengikuti seminar-seminar atau kursus-kursus sebagai bahan pertimbangan di dalam menetapkan usaha.
Proposal usaha adalah rancangan mengenai kegiatan usaha yang akan dilakukan. Proposal usaha diperlukan sebagai acuan terhadap pelaksanaan kegiatan usaha. Walaupun usaha tersebut dilakukan oleh pribadi, proposal tetap diperlukan untuk mengevaluasi jalannya usaha secara obyektif. Evaluasi secara obyektif diperlukan agar pengelola usaha dapat menilai sejauh mana keberhasilan dan apa yang menjadi penyebab kegagalan agar dapat dijadikan evaluasi dimasa yang akan datang.
Kegunaan proposal usaha diantaaranya :
a. sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan usaha,
b. sebagai alat untuk menentukan kelayakan kegiatan usaha (feasibility study),
c. sebagai alat untuk meyakinkan penanam modal dan pemberi kredit (kreditur),
d. sebagai pdoman penilaian pelaksanaan kegiatan usaha.

Untuk itu diperlukan proposal yang baik dan representatif. Syarat-syarat proposal yang baik diantaranya :

1. Jelas (Clear)
yang dimaksud jelas, proposal harus dapat memaparkan kegiatan usaha secara jelas, terutama mengenai :
ˉ bidang usaha,
ˉ status kepemilikan,
ˉ surat izin badan usaha yang diperlukan,
ˉ bentuk kerja sama yang ditawarkan,
ˉ pasar produk yang ditawarkan,
ˉ tenaga kerja,
ˉ pesaing,
ˉ bahan baku.
ˉ
2. Singkat (Consice)
Proposal harus ditulis singkat tanpa melupakan kaidah-kaidah penulisan dan mengurangi kejelasan dan kelengkapan proposal. Harap diingat, bahwa dunia usaha selalu harus mengikuti perkembangan, karenanya penyampaian sesuatu secara singkat dan tepat pada sasaran merupakan sesuatu keharusan

3. Lengkap (Complette)
Propposal harus dibuat secara lengkap, artinya proposal harus dibua dengan informasi pendukug. Kelengkapan informasi terutama mengenai pesaing dan peluang pasar akan sangat membantu pelaksanaan usaha. Usaha menutup-nutupi informasi akan menjadikan bumerang bagi pengelola usaha, karena pada waktunya akan diketahui juga.

4. Benar (Correct)
Kebenaran proposal sangat dipengaruhi oleh nurani pembuat. Jangan sampai karena ingin meyakinkan dan membuat proposal semenarik mungkin, penyusun menyembunyikan informasi-informasi yang yang dirasa kurang menguntungkan. Bila pada suatu waktu diketahui ketidkbenaran proposal, nama baik dan kredibilitas penyusun sangat dipertaruhkan. Adalah sesuatu hal yang sangat sulit meyakinkan orang, bila pernah membohonginya, dasar utama dari bisnis adalah kepercayaan, karenanya kepercayaan adalah sesuatu yang sangat mahal.
5. Tidak kadaluwarsa (up to date)
Keakuratan dan ketepatan data pendukungsangat diperlukan dalam penyusunan usaha. Perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat mengharuskan kegiatanusaha mengikutinya. Proposal usahapun demikian, ia harus dibuat sesuai perkembangan. Perkembangan tidak hanya sebatas pada perkembangan ilmu dan teknoligi saja, tetapi juga perkembangan pranatadan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

Perkembangan-perkembangan yang harus diperhatikan dalam penyusunan proposal usaha sehingga keakuratannya (up to date) tetap terjaga diantaranya :
ˉ harga dan perkembangan pesaing (Competitor),
ˉ selera masyarakat (The taste of society),
ˉ pereaturan pemerintah (The Government rule)
ˉ daya beli masyarakat (The buying power), dan
ˉ perkembangan ilmu dan teknologi (Sciens and technology)

Pembuatan Proposal Usaha

Proposal usaha mempunyai isi yang hampir sama dengan surat penawaran, yaitu sama-sma berisi bujukan. Surat penawaran berisi ajakan kepada pembaca untuk menggunakan produk yang ditawarkan, sedangkan proposal usaha, bila diberikan kepada orang lain, berisi ajakan agar pembaca tertarik untuk menanamkan modal pada kegiatan usaha tersebut atau mau memberikan kredit karena kemungkinan mendapatkan keuntungan.

Secara umum proposal usaha dibuat dengan membagi menjadi tiga bagian,
yaitu :
1. Bagian Pendahuluan
Berisi mengenai latar belakang mengapa kegiatan usaha layak dijalankan. Bagian pendahuluan berisi :
ˉ nama atau usulan nama kegiatan usaha
ˉ jenis usaha yang dijalankan
ˉ alasan pemilihan jenis usaha
ˉ badan hukum kegiatan usaha
ˉ peluang usaha
ˉ lokasi, dan
ˉ tingkat persaingan.
2. Isi Proposal, yang berisi :
ˉ modal, peralatan dan keakhlian yang diperlukan,
ˉ perhitungan pendapatan dalam berbagai alternatif,
ˉ perhitungan pengeluaran dalam berbagai alternatif
ˉ perhitungan laba/rugi dalam berbagai alternatif,
ˉ resiko yang mungkin timbul, dan
ˉ cara menghadapi resiko.
3. Penutup Proposal, yang berisi :
ˉ kemugkinan perluasan usaha,
ˉ dan penekanan kembali bahwa jenis usaha tersebut mempunyai prospek yang menjanjikan.

SISTEMATIKA PENYUSUNAN PROPOSAL USAHA

Dalam menyusun proposal usaha, maka maksud dan isinya harus jelas dengan sistematika sebagai berikut :

I. KATA PENGANTAR
- Tujuan : .…………………………………
- Manfaat Umum : .…………………………………
- Manfaat Ekonomis : .…………………………………

II. UMUM
ˉ Nama Perusahaan : .…………………………………
ˉ Pemilik Perusahaan : .………………………………...
ˉ Bentuk Perusahaan : . ……………………………..….
ˉ Bidang Usaha : .…………………………………
ˉ Tempat Kedudukan/Lokasi Usaha : .…………………………………
ˉ Jumlah Tenaga Kerja : .…………………………………
ˉ
III. ASPEK PRODUK YANG DIBUAT
1. Jenis barang yang dibuat : ………………………………
2. Banyaknya barang yang akan dibuat :……………………….........
3. Profil para konsumen yang dituju : …………………………………

IV. ASPEK PEMASARAN PRODUK
1. Jasa atau produk yang akan dipa-
sarkan : …………………………………
2. Profil para konsumen yang akan
dituju :…..……………………………
3. Potensi pasar
a. Lokasi daerah pemasaran :………..………………………
b. Jumlah Potensi pemasaran yang ada
adalah:
ˉ Individu :…………………………………
ˉ Keluarga :…………………………………
ˉ Instansi :…………………………………
ˉ Lembaga :…………………………………
ˉ Organisasi :…………………………………
ˉ Perusahaan :…………………………………
4. Kondisi para pesaing :…………………………………
ˉ Nama perusahaan :…………………………………
ˉ Jenis usaha/jasa :…………………………………
ˉ Lokasi perusahaan :…………………………………
ˉ Fasilitas pelayanan :…………………………………
ˉ Fasilitas peralatan :…………………………………
ˉ Jumlah Konsumen yang potensial
dan para langganan :…………………………………
5. Pasar efektif yang daapt dikuasai
ˉ Nama perusahaan :…………………………………
ˉ Alamat perusahaan :…………………………………
ˉ Kapasitas pembelian setiap hari/
minggu/bulan/tahun :…………………………………
6. Pasar yang direncanakan dalam pengem-
bangan
- Perusahaan :…………………………………
- Perorangan :…………………………………
- Keluarga :…………………………………
7. Penetapan harga produk
- Harga yang ditawarkan :…………………………………
- Prosedur dalam penetapan harga jual ……………………..
8. Distribusi yang akan dilakukan
- Secara intensif :…………………………………
- Secara ekstensif :…………………………………
- Secara eksklusif :…………………………………
9. Strategi promosi
- Melalui media cetak :…………………………………
- Melalui media elektronik :…………………………………
- Melalui sales promotion :…………………………………
10 Sistem penjualan produk
- Langsung :…………………………………
- Semi langsung :…………………………………
- Tidak langsung :……………………………...…

V. ASPEK TEKNIS
1. Rencana display
- Untuk kantor :…………………………………
- Untuk toko :…………………………………
- Untuk pasar :…………………………………
- Untuk butik :…………………………………
- Untuk supplier :…………………………………
- Untuik organisasi :…………………………………
2. Denah lokasi usaha/perusahaan
(lampirkan) :…………………………………
3. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
(lampirkan) :…………………………………
4. Proses mempersiapkan pelayanan
kepada konsumen/langganan :…………………………………
5. Kebutuhan tenaga kerja dan kualifi-
kasinya :…………………………………

Nomor Jenis Pekerjaan Kualifikasi Jumlah
1
2
3
dst


6. Peralatan kerja yang dibutuhkan

Nomor Jenis Barang Unsur Teknik Jumlah Sumber
1
2
3
dst



7. Bahan baku dab bahan pembantu yang digunakan

Nomor Jenis Barang Jumlah kebutuhan Sumber
1
2
3
dst









1. Jadwal persiapan memulai dan membangun lokasi usaha

Nomor Jenis Kegiatan Waktu Ket
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dst
1



2

3



4 Persiapan
ˉ Menyusun rancangan
ˉ IMB berikut gambar bangunan
Mempersiapkan peralatannya (instruimen)
Pelaksanaan
ˉ Penjajagan
ˉ Kegiatan membangun
ˉ Menyusun laporan
Pemakaian bangunan




VI. ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

1. Jenis dan volume pekerjaan yang
akan timbul :…………………………………
2. Struktur organisasi yang akan dipakai
(lampirkan) :…………………………………
3. Uraian pembagian pekerjaan beserta
hak dan wewenang (lampirkan) :…………………………………
4. Siatem balaas jasa yang akan diguna-
kan (lampirkan) :…………………………………
5. Sistem pembinaan personil kelom-
pok usaha :…………………………………

VII. ASPEK YURIDIS

1. Akta pendirian usaha/perusahaan
(lampirkan) :…………………………………
2. Anggaran Dasar Rumah Tangga
(lampirkan) :…………………………………
3. tata tertib kerja (lampirkan) :…………………………………
4. Keselamatan kerja (lampirkan) :…………………………………
5. AMDAL (lampirkan) :…………………………………
6. Status dan pemilikan usaha :…………………………………
- Pemilikan kelompok usaha :…………………………………
- Struktur permodalan usaha :…………………………………
7. Surat-surat perjanjian dagang dengan
pihak ketiga (lampirkan) :…………………………………
8. Bentuk badan usaha :…………………………………
9. Izin usaha yang dibutuhkan
- SITU (lampirkan) :…………………………………
- SIUP (lampirkan) :…………………………………
- NPWP (lampirkan) :…………………………………

VIII. ASPEK ADMINISTRASI

1. Tata usaha dan personalia
- Daftar ahdir karyawan :…………………………………
- Agenda surat masuk :…………………………………
- Agenda surat keluar :…………………………………
- Arsip kegiatan TU dab Personalia :………………………….…
2. Pemasaran produk
- Daftar konsumen/langganan
(lampirkan) :…………………………………
- Daftar harga (lampirkan) :…………………………………
- Faktur pengiriman produk
(lampirkan) :…………………………………
- Tanda bukti pembayaran
(lampirkan) :…………………………………
- Arsip kegiatan pemasaran :…………………………………
3. Pengadaan produk
- Kartu persediaan produk :…………………………………
- Pengaturan penyimpanan produk :……………………………
- Kebersihan produk :…………………………………
- Keamanan produk :…………………………………
4. Keuangan / permodalan
ˉ Buku utang piutang :…………………………………
ˉ Buku besar :…………………………………
ˉ Buku jurnal/kas :…………………………………
ˉ Budget kas :…………………………………
ˉ Neraca :…………………………………
ˉ Laba/Rugi :…………………………………
ˉ Tanda bukti pemasukan/penge-
luaran kas :…………………………………
5. Bagan/skema arus dokumen
(lampirkan) :…………………………………
- Bagan/skema uang (lampirkan) :...………………………………

IX. ASPEK KEUANGAN / PERMODALAN

1 Sumber modal Rp ……………
- Modal sendiri Rp ……………
- Modal asing (luar) Rp ……………
- Pinjaman kredit dari Bank Rp ……………
- Pinjaman dari pihak ketiga Rp ……………
- Pinjaman lain-lain Rp ……………
2. Modal investasi
ˉ Tanah seluas m2 Rp ……………
ˉ Bangunan seluas m2 Rp ……………
ˉ Mesin-mesin dan peralatan kerja Rp ……………

ˉ Peralatan kantor Rp …………… +


Jumlah modal investasi = Rp ………………..

X. MODAL KERJA SETIAP PERIODE PERPUTARAN UANG UNTUK
TIGA BULAN PERTAMA

1. Gaji / upah Rp ………….
- Pemilik perusahaan Rp ………….
- Tenaga ahli Rp ………….
- Tenaga kerja biasa Rp ………….


Jumlah kebutuhan gaji = Rp ………

2. Bahan-bahan baku
- Biaya bahan baku Rp ………….
- Upah langsung Rp ………….
- Biaya tak langsung Rp ………….


Jumlah kebutuhan dana bahan baku = Rp .............

3. Bahan pembantu
…………………. Rp…………...
…………………. Rp …………..
…………………. Rp …………..

Jumlah kebutuhan dana bahan pembantu = Rp ………

4. Transport untuk bahan baku dan
bahan pembantu Rp ………….
5. Perlengkapan dan pengadaan
bahan baku dan bahan pembantu Rp ………….
6. Penyusutan Rp ………….
7. Biaya lain-lain Rp …………. Rp ………. +



Jumlah kebutuhan dana keseluruhan = Rp ………

Rekapitulasi Dana Yang Dibutuhkan
1) Jumlah modal investasi Rp …………
2) Jumlah kebutuhan gaji Rp …………
3) Jumlah kebutuhan dana bahan baku Rp …...........
4) Jumlah kebutuhan dana bahan pembantu Rp …..........
5) Jumlah kebutuhan dana:
- transportasi Rp ………….
- perlengkapan Rp ………….
- penyusutan Rp ………….
- biaya lain-lain Rp …………. Rp …………


Jumlah kebutuhan modal keseluruhannya = Rp ………

Rangkuman

 Proposal usaha adalah rancangan mengenai kegiatan usaha yang akan dilakukan.
 Syarat-syarat proposal yang baik diantaranya : Jelas (Clear), Singkat (Consice), Lengkap (Complette), Benar (Correct), Tidak kadaluwarsa (up to date).
 Dalam penyusunan proposal usaha sehingga keakuratannya (up to date) tetap terjaga diantaranya :
ˉ harga dan perkembangan pesaing (Competitor),
ˉ selera masyarakat (The taste of society),
ˉ pereaturan pemerintah (The Government rule)
ˉ daya beli masyarakat (The buying power), dan
ˉ perkembangan ilmu dan teknologi (Sciens and technology)
 Proposal dibuat dalam 3 (tiga) bagian yaitu : Bagian pendahuluan, Isi Proposal dan bagian penutup proposal.
 Sistematik penyusunan proposal usaha :
Kata pengantar, Umum, Aspek produk yang dibuat, Aspek pemasaran produk, Aspek teknis, Aspek organisasi dan manajemen, Aspek yuridis, Aspek administrasi, Aspek keuangan/ permodalan dan Modal kerja setiap periode perputaranuang untuk tiga bulan pertama

Minggu, 01 Februari 2009

PERMODALAN DAN PEMBIAYAAN USAHA KELAS 2.2

TEKNIK DAN PROSEDUR PERMODALAN USAHA


Untuk permodalan sebuah usaha tidak harus dilakukan seluruhnya oleh wirausaha. Keterbatasan modal yang dimiliki mengharuskan wirausaha mencari peluang untuk tambahan modal dari luar.tambahan modal dapat berbentuk pinjaman, dapat juga berbentuk sharing atau system bagi hasil, atau penjualan saham.
Pada dasarnya pihak-pihak pemberi modal atau dana yang utama dapat digolongkan dalam 3 golongan yaitu : 1) Supplier, 2) Bank, 3) Dana Ekuitas

a. Supplier
Memberikan dana kepada suatu perusahaan di dalam bentuk penjualan barang secara kredit, baik untuk jangka pendek (kurang dari 1 tahun), maupun untuk jangka menengah (lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10 tahun).
Penjualan kredit atau barang dengan jangka waktu pembayaran kurang dari satu tahun banyak terjadi pada penjualan barang dagangan dan bahan mentah oleh supplier kepada langganan. Dalam hal yang demikian berarti bahwa langganan atau pembeli membiayai operasinya perusahaan (dalam hal ini pembelian barang dagangan atau bahan mentah) dengan dana yang berasal dari supplier. Supplier atau manufakturer (pabrik) sering pula menjual mesin atau equipments lain hasil produksinya kepada perusahaan atau pabrik yang menggunakan mesin atau equipments tersebut dengan jangka waktu pembayaran antara 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) tahun. Pembeli mesin atau equipments harus melunasi harga mesin tersebut dalam jangka waktu tertentu dengan cara mengangsur setiap bulan, setiap kwartal atau setiap tahunnya menurut kontrak yang dibuatnya. Dalam hal yang demikian berarti bahwa perusahaan / pabrik mesin itu membiayai pembelian mesin tersebut dengan dana yang berasal dari supplier untuk jangka waktu tertentu.

b. Bank-bank
Bank adalah lembaga kredit yang mempunyai tugas utama yang memberikan kredit di samping pemberian jasa-jasa lain di bidang keuangan. Oleh karena tugas utamanya adalah memberikan kredit, maka bank telah menentukan kebijaksanaan dan peraturan-peraturan mengenai pemberian kredit, meskipun ada perbedaan antara Bank satu dengan Bank lainnya. Kredit yang diberikan Bank dapat dalam bentuknya kredit jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
Syarat-syarat kredit jangka pendek pada umumnya lebih lunak dibandingkan dengan kredit jangka panjang. Hal ini disebabkan karena kredit jangka panjang biasanya meliputi jumlah dana yang besar, dan terikat untuk jangka waktu yang panjang.
Pada umumnya pemberian kredit oleh Bank adalah berdasarkan hasil penilaian dari Bank tersebut terhadap perusahaan pemohon kredit mengenai berbagai aspek, yaitu antara lain meliputi segi pribadi, keahlian dan kemampuan pimpinan perusahaan dalam mengelola perusahaannya, rencana penggunaan kredit yang diminta beserta rencana pembayaran kembali kredit tersebut, besarnya jaminan yang dapat diberikan kepada Bank, posisi dan perkembangan finansial dari perusahaan pemohon kredit diwaktu-waktu yang lalu, prospek dari perusahaan yang bersangkutan beserta prospek industri dimana perusahaan tersebut tergolong di dalamnya diwaktu yang akan datang, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam dunia perbankan kita mengenal adanya pedoman “3 R” dan “5 C” dalam pemberian kredit di samping syarat-syarat kredit yang biasa, misalnya segi yuridisnya.
Adapun pedoman “3 R” dalam penilaian penggunaan kredit oleh Bank adalah :

1. Returns :
Returns menunjukkan hasil yang diharapkan dapat diperoleh dari penggunaan kredit tersebut. Dalam hubungan nini Bank harus dapat menilai bagaimana kredit yang diperoleh dari Bank tersebut akan digunakan oleh perusahaan pemohon kredit. Persoalannya disini adalah apakah penggunaan kredit tersebut akan menghasilkan “returns” atau hasil pendapatan yang cukup untuk menutup biayanya.

2. Repayment capacity
Bank harus menilai kemampuan perusahaan pemohon kredit untuk dapat membayar kembali pinjamannya (repayment capacity) pada saat-saat di mana kredit tersebut harus diangsur atau dilunasi.

3. Risk bearing ability
Bank pun harus menilai apakah perusahaan pemohon kredit mempunyai kemampuan cukup untuk menanggung resiko kegagalan atau ketidakpastian yang bersangkutan dengan penggunaan kredit tersebut. Dalam hubungan ini Bank harus mengetahui tentang jaminan apa yang dapat diberikan atas pinjaman tersebut oleh perusahaan pemohon kredit

Adapun pedoman “5 C” yaitu :

1. character :
Ini menyangkut segi pribadi, watak dan kejujuran dari pimpinan perusahaan dalam pemenuhan kewajiban-kewajiban finansialnya.

2. Capacity
Ini menyangkut kemampuan pimpinan perusahaan beserta stafnya, baik kemampuan dalam management maupun keahlian dalam bidang usahanya. Kemampuan tersebut diukur dengan data-data finansiil diwaktu-waktu yang lalu.
Berdasarkan kemampuannya dalam melaksanakan perusahaannya diwaktu-waktu yang lalu. Bank akan dapat menilai kemampuannya untuk melaksanakan rencana kerjanya diwaktu yang akan datang dalam hubungannya dengan penggunaan kredit tersebut.

3. Capital
Ini menunjukkan posisi finansiilperusahaan secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh rasio finansiilnya dan penekanan dan komposisi “tangible not worth” nya”. Bank harus mengetahui bagaimana perimbangan antara jumlah hutang dan jumlah modal sendirinya.

4. Collateral
Ini menunjukkan besarnya aktiva yang akan diikatkan sebagai jaminan atas kredit yang diberikan oleh Bank. Dalam hubungan ini Bank dapat minta agar akltiva yang dijadikan jaminan itu diasuransikan. Di samping jaminan kredit, Bank dapat menempatkan syarat-syarat tambahan untuk pengamanan kreditnya (convenants), yaitu antara lain berupa :
a. Asuransi dari milik-milik perusahaan / proyek;
b. Pernyataan bahwa peminjam tidak akan menjaminkan barang-barang lainnya untuk mendapatkan pinjaman lagi dari sumber lain;
c. Pembatasan jumlah pinjaman dari sumber lain;
d. Penetapan agar perusahaan senantiasa memelihara “net working capital” yang cukup;
e. Persyaratan-persyaratan dalam penunjukkan pimpinan perusahaan, penambahan barang modal dan dan pembagian keuntungan.

Adapun convenants tersebut harus merupakan persetujuan bersama antara Bank dan peminjam dan disamping itu secdara fleksibel harus dapat ditinjau kembali apabila keadaan berobah.

5. Conditions
Bank harus menilai sampai berapa jauh pengaruh dari adanya suatu kebijaksanaan pemerintah di bidang ekonomi atau pengaruh dari trend ekonomi terhadap prospek perusahaan pemohon kredit khususnya dan prospek industri di mana perusahaan pemohon kredit termasuk di dalamnya pada umumnya.
Dalam hubungannya dengan penilaian proyek kredit investasi (project appraisal) Bank Indonesia telah memberikan pedoman-pedomannya.
Mengenai jaminan kredit masing-masing Bank dapat menetapkan ketentuannya sendiri-sendiri, kecuali untuk macam-macam kredit yang pengaturan jaminannya telah diatur oleh Bank Indonesia, misalnya Kredit Investasi, Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP). Kalau diperlukan oleh Bank pemberi kredit dapat memperkuat pembayaran kembali kredit tersebut dengan mengadakan perjanjian pertanggungan dengan suatu perusahaan asuransi, misalkan PT Askrindo atau dengan lembaga tertentu yang ditunjuk untuk itu, misalnya Lembaga Jaminan Kredit Koperasi (LJKK).
Adapun persyaratan pemohon untuk memperoleh kredit, di antaranya :
1) Pribumi
2) Pengusaha / Perusahaan Golongan Ekonomi Lemah
3) Mempunyai rencana usaha yang jelas
4) Ada izin usaha/sedang dalam penyelesaian dalam hal untuk usaha menurut ketentuan Pemerintah yang berlaku
5) Tidak sedang menikmati kredit dari Bank lain
6) Tidak termasuk Pegawai Negeri Sipil/TNI/POLRI atau istrinya yang dilarang menurut Peraturan Pemerintah No 6/1974
7) Tidak termasuk Daftar Hitam/Daftar Kredit Rangkap/Daftar kredit macet, menurut catatan Bank.

Cara Memohon Kredit
1) Diajukan kepada Kantor Cabang Bank pelaksana
2) Mengisi daftar isian yang formulirnya sudah disediakan Kantor Cabang Bank pelaksana yang bersangkutan
3) Memberikan keterangan yang lengkap dan benar (jujur) mengenai keadaan keuangan dan usaha pemohon
4) Lain-lain

Dokumen-dokumen Yang Perlu Dilampirkan Dalam Permohonan Kredit
Dalam mengajukan permohonan kredit, perlu dilampirkan hal-hal sebagai berikut :
1) Akta Pendirian Perusahaan dan KTP
2) Izin Usaha/SIUP, Izin Industri
3) NPWP
4) Neraca dan perincian Rugi-Laba dan laporan aktivitas usaha
5) Proposal usaha
Selanjutnya unsur lain yang juga dinilai oleh pihak Bank adalah laporan keuangan periode yang lalu, bila usaha yang dilakukan wirausah sudah berjalan. Laporan keuangan pada dasarnya mencerminkan keberhasilan dan prospek sebuah usaha. Penjualan, promosi, pengeluaran, perputaran dan laba bersih terbaca pada laporan rugi laba sebuah perusahaan.
Selain itu, hutang perusahaan juga merupakan unsur yang diperhatikan pihak Bank. Seberapa besar hutang di periode yang lalu, fluktuasi hutang, kelancaran hutang adalah pertanyaan yang kerap dilakukan oleh pihak Bank.
Ada beberapa kategori pinjaman. Sebelum melakukan pinjaman, wirausaha harus tahu untuk apa dana pinjaman tersebut diperlukan. adapun jenis-jenis pinjaman adalah sebagai berikut :
1) Hutang dagang, sebenarnya hutang dagang tidak termasuk pinjaman. Hutang dagang adalah pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Pada sisi lain, kelancaran melakukan pembayaran kredit merupakan cermin kemampuan membayar pinjaman
2) Hutang jangka pendek, pinjaman yang dilakukan untuk pembelian barang tertentu dengan alas an tertentu. Hutang jangka pendek seharusnya digunakan untuk bidang yang menghasilkan laba dan harus dibayar kembali dari penjualan.
3) Hutang jangka panjang, merupakan pinjaman dengan jangka waktu lebih dari satu tahundan biasanya dipakai untuk melakukan perluasan atau modernisasi usaha. Hutang jangka panjang dibayar dari laba terakumulasi (retained earning)

c. Dana Ekuitas
Dana ekuitas adalah alternatif lain bagi wirausaha dalam rangka memperoleh tambahan dana. Dana ekuitas adalah penjualan saham perusahaan. Bila dibandingkan dengan pinjaman, ada beberapa kelebihan dan kelemahan dana ekuitas.

Kelebihan dana ekuitas antara lain sebagai berikut :
1) Tidak mensyaratkan pembayaran kembali atas uang yang diperoleh.
2) Meningkatkan reputasi perusahaan. Perusahaan yang mampu menjual sahamnya adalah perusahaan yang bonafide, dalam artian dipercaya masyarakat sehingga masyarakat mau membeli sahamnya.
Kelemahan dana ekuitas antara lain sebagai berikut :
1). Memperpanjang waktu pengambilan keputusan, karena harus dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham terlebih dahulu sebelum dilakukan pengambilan keputusan.
2) Berkurangnya rahasia perusahaan karena secara berkala harus mengumunkan laporan keuangannya kepada pemegang saham. Di samping itu para pemegang saham tahu permasalahan yang dihadapi perusahaan.
d. Perusahaan Modal Ventura
cara lain untuk memperoleh tambahan modal adalah dengan bekerja sama dengan perusahaan modal ventura. Kerja sama dengan perusahaan modal ventura berbentuk bagi hasil. Artinya, perusahaan modal ventura melengkapi kebutuhan dana wirausaha. Sebagai konpensasinya perusahaan modal ventura memperoleh keuntungan yang besarnya tergantung kesepakatan. Seperti halnya melakukan pinjaman ke Bank, untuk bekerja sama dengan perusahaan modal ventura, wirausaha perlu membuat proposal atau rencana bisnis untuk diajukan.

PENGERTIAN KREDIT
2.1. Kredit
Dewasa ini kegiatan transaksi kredit sukar untuk di hindari oleh para pelaku bisnis. Para pelaku bisnis tersebut melakukan transaksi kredit dengan beberapa alas an dan tujuan. Alasan dan tujuan tersebut akan berbeda diantara pihak-pihak pelaku transaksi kredit yang bersangkutan. Adapun pihak yang berkepentingan dalam transaksi kredit yaitu pemberi kredit (kreditur) dan penerima keredit (debitur).
Perusahaan dagang memberikan kredit dengan tujuan untuk meningkatkan volume penjualan dan mengimbangi pesaing. Lembaga perbankan atau yang sejenis memberikan kredit dengan tujuan untuk memperoleh bunga dari pokok pinjamannya. Sedangkan pihak debitur atau pelanggan melakukan transaksi kredit dengan alasan tidak mempunyai kas yang cukup untuk membeli dan membayar suatu produk atau terpaksa meminjam sejumlah uang untuk modal dan diharapkan dengan modal pinjaman tersebut diperoleh suatu penghasilan yang nantinya dapat mengembalikan pinjamannya tersebut serta memperoleh nilai lebih atau keuntungan.
2.1.1. Pengertian Kredit
Kredit berasal dari bahasa Yunani, yaitu “credere” atau “credo” yang berarti kepercayaan (trust atau faith). Oleh karena itu dasar dari kegiatan pemberian kredit dari yang memberikan kredit kepada yang menerima kredit adalah kepercayaan.
Transaksi kredit timbul karena suatu pihak meminjam sejumlah uang atau sesuatu yang dipersamakan dengan itu, di mana pihak peminjam wajib melunasi hutangnya atau rekeningnya tersebut pada waktu yang telah ditentukan. Disamping itu kredit pun timbul sebagai akibat adanya transaksi jual beli, dimana pembayarannya ditangguhkan, baik sebagian maupun seluruhnya.
Adapun pengertian kredit menurut UU Perbankan No.7 tahun 1992 :
“Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara suatu perusahaan dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah uang, imbalan atau pembagian hasil keuntungan.”

Sedangkan pengertian kredit menurut Eric L. Kohler (1964;154) :
“Kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan dan ditangguhkan pada suatu jangka waktu yang disepakati”.
Pengertian kredit menurut Teguh Pudjo Muljono (1989;45) :
“Kredit adalah suatu penyertaan uang atau tagihan atau dapat juga barang yang menimbulkan tagihan tersebut pada pihak lain. Atau juga memberi pinjaman pada orang lain dengan harapan akan memperoleh suatu tambahan nilai dari pokok pinjaman tersebut yaitu berupa bunga sebagai pendapatan bagi pihak yang bersangkutan”.

Berdasarkan pada pengertian-pengertian diatas dapat diketahui bahwa transaksi kredit timbul sebagai akibat suatu pihak meminjam kepada pihak lain, baik itu berupa uang, barang dan sebagainya yang dapat menimbulkan tagihan bagi kreditur. Hal lain yang dapat menimbulkan transaksi kredit yaitu berupa kegiatan jual beli dimana pembayarannya akan ditangguhkan dalam suatu jangka waktu tertentu baik sebagian maupun seluruhnya. Kegiatan transaksi kredit tersebut diatas akan mendatangkan piutang atau tagihan bagi kreditur serta mendatangkan kewajiban untuk membayar bagi debitur.
2.1.2. Unsur-unsur Kredit
Unsur-unsur yang terdapat pada transaksi kredit menurut Thomas Suyatno, dkk. (1991;12) antara lain :
1. Kepercayaan
2. Waktu
3. Degree of Risk
4. Prestasi
ad.1. Kepercayaan
Keyakinan si kreditur kepada si debitur, bahwa si debitur akan mengembalikan prestasi, baik itu berupa barang, jasa atau pun uang dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang. Si debitur hendaknya dapat menjaga kepercayaan yang telah di berikan oleh kreditur dengan dapat memenuhi kewajibannya.
ad.2. Waktu
Suatu masa atau waktu yang akan memisahkan antar pemberian prestasi dengan kontra prestasi yang akan diterima dimasa yang akan datang. Dengan kata lain berupa jangka waktu pengembaliann kredit, dari mulai penyerahan prestasi dari kreditur sampai dengan kembalinya prestasi tersebut kepada kreditur.
ad.3. Degree of Risk
Tingkat resiko yang akan dihadapi sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontra prestasi dimasa yang akan datang.
ad.4. Prestasi
Prestasi yang diberikan dalam melakukan kegiatan kredit, bisa berupa barang, uang atau pun jasa serta segala sesuatu yang dapat mengakibatkan timbulnya transaksi kredit dan mendatangkan piutang atau tagihan bagi kreditur.
2.1.3. Fungsi Kredit
Adapun fungsi transaksi kredit dalam kehidupan perekonomian menurut Muchdarsyah Sinungan (1991;5) adalah sebagai berikut:
1. Kredit dapat meningkatkan utilitas (kegunaan) dari uang.
2. Kredit meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.
3. Kredit dapat meningkatkan kegairahan berusaha.
4. Kredit sebagai salah satu alat pengendali stabilitas moneter.
5. Kredit sebagai sarana peningkatan pendapatan nasional.
ad.1. Kredit dapat meningkatkan utilitas (kegunaan) dari uang.
Keberadaan uang atau modal yang disimpan oleh para pemilik uang atau modal pada suatu lembaga keuangan (bank) atau sejenisnya, akan disalurkan oleh lembaga keuangan tersebut kepada sektor-sektor usaha produktif. Hal ini akan meningkatkan kegunaan uang tersebut, yang tadinya sebagai simpanan (tabungan dan deposito), kini dapat dijadikan modal untuk melaksanakan suatu usaha atau proyek.
ad.2. Kredit meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.
Melalui kredit, peredaran uang kartal maupun uang giral akan lebih berkembang karena kredit menciptakan mobilitas usaha sehingga penggunaan uang akan bertambah, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
ad.3. Kredit dapat meningkatkan kegairahan berusaha.
Dengan adanya kredit, pihak peminjam atau yang diberi kredit akan bekerja semaksimal mungkin agar dari usaha yang dijalaninya dihasilkan keuntungan yang besar sehingga dapat melunasi kredit tersebut.
ad.4. Kredit sebagai salah satu alat pengendali stabilitas moneter.
Kebijakan kredit bisa digunakan untuk menekan laju inflasi, yaitu dengan menyalurkan kredit hanya pada sektor-sektor usaha yang produktif dan sektor prioritas yang secara langsung berpengaruh pada hajat hidup masyarakat.
ad.5. Kredit sebagai sarana peningkatan pendapatan nasional.
Dengan banyaknya pengusaha baik dari industri skala kecil maupun besar yang mendapatkan fasilitas kredit, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka dan secara nasional diharapkan akan dapat meningkatkan pendapatan nasional.
2.1.4. Klasifikasi Kredit
Keberadaan kredit menurut Muchdarsyah Sinungan (1991;17) dapat digolongkan menurut beberapa klafikasi, antara lain :
1. Menurut jangka waktunya
2. Menurut jaminannya
3. Menurut tujuannya
4. Menurut penggunaannya.
ad.1. Menurut jangka waktunya
Menurut jangka waktunya kredit dapat digolongkan ke dalam beberapa klasifikasi, antara lain :
a. Kredit Jangka Pendek ( Short-term loan )
Yaitu kredit yang jangka waktu pengembaliannya kurang dari satu tahun. Misalnya kredit untuk membiayai kelancaran operasi perusahaan, termasuk didalamnya berupa kredit modal kerja. Kredit jangka pendek dapat di urutkan dalam tiga kelompok, antara lain : (1)Kredit dagang (trade credit) antar perusahaan, (2)Pinjaman dari suatu perusahaan dagang, (3)Surat dagang.
b. Kredit jangka menengah (Medium-term loan)
Yaitu kredit yang jangka waktu pengembaliannya satu sampai dengan tiga tahun. Biasanya kredit ini untuk menambah modal kerja, misalnya untuk membiayai pengadaan bahan baku. Kredit jangka menengah dapat pula dalam bentuk kredit investasi.
c. Kredit jangka panjang (Long-term loan)
Yaitu kredit yang jangka waktu pengembaliannya melebihi tiga tahun. Misalnya kredit investasi untuk membiayai suatu proyek dan perluasan usaha.
ad.2. Menurut jaminannya
Menurut jaminannya kredit dapat diklasifikasikan menjadi :
a. Kredit dengan jaminan (Secured Loan)
Yaitu kredit yang disertai penyerahan barang jaminan oleh nasabah. Jenis barang jaminan tersebut sangat tergantung pada jenis kredit yang diberikan. Misalnya kredit komersial untuk modal kerja, jaminannya dapat berupa persediaan. Kredit untuk pembelian mobil atau motor, jaminannya BPKB mobil atau motor tersebut.
b. Kredit tanpa jaminan (Unsecured Loan)
Yaitu kredit yang tidak disertai penyerahan barang jaminan dari nasabah. Jenis kredit ini tidak menggunakan jaminan dalam bentuk fisik, tetapi dalam bentuk bonafiditas dan prospek usaha nasabah yang bersangkutan. Pemberian kredit tanpa jaminan ini dilakukan sepanjang prinsip-prinsip penilaian kredit lainnya telah terpenuhi menurut analisis kredit.

ad.3. Menurut tujuannya
Menurut tujuannya kredit dapat diklasifikasikan menjadi :
a. Kredit Komersial (Commercial Loan)
Yaitu kredit yang diberikan untuk memperlancar kegiatan usaha nasabah di bidang perdagangan. Kredit komersial antara lain meliputi kredit leveransir, kredit untuk usaha pertokoan, kredit ekspor dan lain-lain.
b. Kredit Konsumtif (Consumer Loan)
Yaitu kredit yang diberikan oleh suatu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan debitur yang bersifat konsumtif. Misalnya untuk membeli properti (rumah), mobil atau motor, barang elektronik dan berbagai barang konsumsi lainnya.
c. Kredit Produktif (Productive Loan)
Yaitu kredit yang diberikan oleh suatu perusahaan dalam rangka membiayai kebutuhan modal kerja debitur sehingga dapat meemperlancar produksi. Misalnya kredit untuk pembelian bahan baku, pembayaran upah, biaya pengepakan, biaya pemasaran, biaya distribusi dan lain-lain.
ad.4. Menurut penggunaaannya
Menurut penggunaannya kredit dapat digolongkan menjadi :
a. Kredit modal kerja
Yaitu kredit yang diberikan oleh suatu perusahaan untuk menambah modal kerja debitur, meliputi modal kerja untuk tujuan komersial, industri, kontraktor bangunan dan lain-lain.
b. Kredit investasi
Yaitu kredit yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada perusahaan untuk digunakan dalam melakukan investasi melalui pembelian barang-barang modal.

RENCANA ANGGARAN BIAYA

Setiap jenis kegiatan usaha yang berbeda mempunyai jenis biaya yang berbeda pula. Sabagai contoh dalam kegiatan usaha bidang produksi barang terdiri dari biaya produksi di tingkat pabrik (seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya over head), biaya over head administrasi (seperti ; gaji, asuransi, alat tulis, telepon), biaya pemasaran, penyusutan dan bunga. Perhatikan bahwa di mana menentukan biaya usaha tersebut selalu didasarkan pada perkiraan keutuhan fisik kemudian dinilai dengan harga tertentu. Oleh karena itu setelah jumlah fisik diketahui dengan baik maka selanjutnya perlu kehati-hatian dalam menentukan harga masing-masing komponen tersebut.
Untuk mempermudah analisis biasanya biaya usaha dikelompokkan menjadi biaya tetap dan biaya variable. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak tergantung pada besar kecilnya produksi, bahkan biaya tersebut tetap dikeluarkan meskipun tidak memproduksi. Contoh biaya tetap antara lain : gaji staf atau karyawan, biaya listrik, telepon, pajak, sewa lahan, biaya pemeliharaan alat, dan sebagainya. Biaya variable adalah biaya usaha yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya produksi, dan jika tidak berproduksi maka biaya variable tidak dikeluarkan. Contoh biaya variable antara lain; biaya bahan baku, biaya bahan pembantu, biaya bahan bakar, upah harian, dan sebagainya. Dalam prakteknya pengelompokkan biaya tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang ada komponen input tertentu dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis biaya tersebut, atau tidak secara jelas masuk ke dalam salah satu kelompok.
Membuat perencanaan biaya dilakukan dengan menyusun anggaran belanja perusahaan untuk periode tertentu dengan skala prioritas sekaligus merencanakan sumber-sumber pembiayaan atau dana yang diperlukan. hal-hal yang diperlukan untuk menyusun anggaran adalah :
a. Rincian harta tetap, misalnya tanah, peralatan dan bangunan yang akan kita butuhkan dalam menjalankan suatu usaha dari mana diperoleh dan berapa harganya.
b. Berapa dana yang kita butuhkan untuk modal kerja, yaitu modal untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Atau kalau kita bergerak dalam bidang perdagangan, yaitu dana yang kita butuhkan untuk membeli dari pemasok. Termasuk di dalamnya gaji pegawai, sewa tempat serta biaya lainnya.
c. Berapa total biaya yang kita butuhkan untuk dapat menjalankan usaha yang akan kita kelola.
d. Dari mana kita memperoleh dana yang kita butuhkan tersebut.

Biaya sebagai perilaku biaya terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Biaya tetap atau fixed cost adalah pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana dsalam periode yang berlainan nilai pengorbanan itu jumlahnya tetap.
Contoh dari biaya ini antara lain adalah gaji pimpinan yang dibayar bulanan serta penyusutan aktiva tetap. Sedang biaya sebagai jenis biaya terdiri dari ;
a. Biaya langsung adalah pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana pengorbanan tersebut langsung berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan. Contoh dari biaya ini antara lain pembelian bahan baku/mentah untuk dijadikan barang jadi.
b. Biaya tidak langsung adalah pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana pengorbanan tersebut tidak berhubungan langsung dengan produk atau jasa yang dihasilkan. Contoh dari biaya tidak langsung adalah pembelian bahan bakar untuk keperluan industri.
c. Biaya administrasi dan umum adalah pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana pengorbanan itu digunakan untuk kegiatan administrasi perusahaan serta untuk kepentingan seluruh perusahaan. Contoh dari biaya ini antara lain, pembelian alat-alat tulis kantor dan gaji pimpinan perusahaan.
d. Biaya penjualan adalah pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana pengorbanan itu digunakan dalam rangka melakukan kegiatan penjualan produk atau jasa yang dihasilkan. Contoh dari biaya ini antara lain biaya iklan, gaji karyawan yang melaksanakan penjualan.

PROYEKSI ARUS KAS

Analisis arus kas (cash flow) adalah laporan yang disusun guna menunjukkan perubahan bertambahnya atau berkurangnya uang kas selama satu periode. Pengeluaran uang kas suatu perusahaan dapat bertambah terus, misalnya untuk pengeluaran pembelian bahan mentah, pembayaran gajki, upah, honor, dan lain sebagainya.
Akan tetapi ada juga aliran uang kas yang sifatnya tidak terus menerus (Cash outflow), contohnya untuk pembayaran pajak pendapatan, angsuran hutang, dividen, bunga dan lain sebagainya. Dengan perkataan lainnya, setiap usulan pengeluaran modal selalu mengandung dua macam aliran kas (Cash flow) yaitu :
a. Aliran uang kas neto (net outflow of cash)
Net outflow of cash adalah dana yang diperlukan untuk investasi baru
b. Aliran uang kas masuk neto tahunan (net annual inflow of cash)
Net annual inflow of cash adalah sebagai hasil dari investasi

Apabila dana perusahaan tinggi, berarti akan memberi gambaran tingkat likuiditas yang tinggi pula, tetapi akan memberikan suatu gambaran rendahnya Cash flow dan menggambarkan perusahaan kurang efektif di dalam menggunakan uang kas. Agar uang kas jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka dana dalam kas perlu direncanakan dan dikendalikan, baik penerimaannya maupun pengeluarannya. Di dalam menyusun proyeksi aliran uang kas (Cash flow), setiap perusahaan terlebih dahulu harus menyiapkan data-datanya, yaitu :
1. jumlah dana yang diperlukan, baik dari modal sendiri maupun dari modal luar (modal asing)
2. proyeksi pendapatan / penjualan yang disusun dengan rencana penjualan
3. rencana produksi dan skedul produksi yang disusun berdasarkan rencana penjualan
4. proyeksi biaya produksi yang dapat dikelompokkan menurut biaya produksi, yaitu :
ˉ biaya bahan langsung
ˉ biaya upah langsung
ˉ biaya tidak langsung overhead pabrik
Dalam proyeksi bahan langsung dapat dibuatkan skedul kebutuhan dan pembelian bahan-bahan dengan memperhatikan :
ˉ banyaknya bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi barang
ˉ persediaan bahan pada awal periode
ˉ persediaan bahan pada akhir periode
5. proyeksi biaya operasi selama periode proyek yang meliputi :
- proyeksi biaya penjualan
- proyeksi biaya administrasi dan umum
6. Dengan berdasarkan data-data yang telah disusun, perlu memperhatikan :
ˉ saldo kas minimum
ˉ pola pembiayaan hutang
ˉ pola penagihan piutang yang berasal dari penjualan kredit biaya-biaya non Cash, misalnya biaya penyusutan dan lain sebagainya.

TITIK PULANG POKOK (TPP / BEP)

Pada tahap perencanaan salah satu hal yang penting harus dilakukan adalah menentukan titik pulang pokok. Titik pulang pokok atau yang lebih dikenal dengan istilah Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana pada tingkat penjualan tertentu belum memperoleh keuntungan tetapi tidak menderita kerugian. Dengan kata lain jumlah hasil penjualan sama besarnya dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Mengingat tujuan berusaha adalah ingin memperoleh keuntungan, sehingga berarti pengusaha harus menghasilkan atau menjual lebih besar dari pada titik pulang pokok. Dengan demikian akan timbul persoalan, mampukan menghasilkan atau menjual lebih besar dari BEP. Sebaliknya apabila tidak mampu menghasilkan lebih besar dari BEP, cara yang lebih baik apabila usaha itu tidak diteruskan.
Tujuan sebuah perusahaan adalah memperoleh laba. Oleh karena itu semua kegiatan usaha diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Memperoleh laba dapat dilakukan dari sisi pendapatan, sisi pengeluaran, maupun kombinasi keduanya. Dari sisi pengeluaran, laba dapat dihasilkan dengan meminimalkan biaya yang dikeluarkan. Dari sisi penerimaan, laba dapat dihasilkan dengan memaksimalkan penjualan. Yang paling optimal adalah mengkombinasikan keduanya, yaitu meminimalkan biaya dari satu sisi dan memaksimalkan penjualan dari sisi lain.
Adapun kegunaan dari break even point adalah :
a. Sebagai pedoman untuk menentukan volume produksi dan penjualan
b. Sebagai pedoman untuk mengendalikan operasi kegiatan usaha.
c. Sebagai pedoman untuk merencanakan tingkat laba yang diharapkan.
Cara lain untuk menghitung TPP / BEP dengan cara Trial and Error yaitu : dilakukan dengan coba-cobayaitu dengan menghitung keuntungan neto dari suatu volume produksi/penjualan barang tertentu. Agar lebih jelas, di bawah ini diberikan contoh perhitungannya.

Soal :
Diketahui :
- volume produksi 10.000 unit
- biaya tetap Rp 400.000,00
- biaya tidak tetap Rp 50,00
- harga jual produk per unitnya Rp 100,00
Ditanyakan :
Keuntungan produk netonya ?

Jawabannya;
(10.000 x Rp 100,00) – (Rp 400.000,00 + (10.000 x Rp 50,00)
Rp 1.000.000,00 – (Rp 400.000,00 + Rp 500.000,00)
Rp 1.000.000,00 – Rp 900.000,00 = Rp 100.000,00

Perusahaan disini memperoleh keuntungan sebesar Rp 100.000,00.
Jika volume produksi sebanyak 8.000 unit, bagaimana break even point-nya ?

Jawab ;
(8.000 x Rp 100,00) – (Rp 400.000,00 + (8.000 x Rp 50,00)
Rp 800.000,00 – (Rp 400.000,00 + 400.000,00)
Rp 800.000,00 – Rp 800.000,00 = Rp 0 (nol)

Disini ternyata bahwa dengan volume produksi / penjualan 8.000 unit , maka break even point-nya dimana netonya sama dengan 0 (nol).



Contoh lain perhitungan dengan perhitungan aljabar dilakukan atas dasar volume unit produksi yang dibuat perusahaan. Rumusnya yaitu :

BEP = PC
P - V
(Q)
Keterangan :
P = harga jual per unit
V = biaya variable per unit
PC = biaya tetap
Q = jumlah unit (kuantitas) produk yang diharapkan dan dijual

Soal
Diketahui
- Volume produksi 8.000 unit
- Biaya tetap Rp 400.000,00
- Biaya tidak tetap Rp 50,00
- Harga jual produk per unitnya Rp 100,00
Ditanyakan :
Break even pointnya ? perusahaan harus memproduksi berapa unit ?

Jawabannya :

BEP = Rp 400.000,00
Rp 100,00 – Rp 50,00
= 8.000 unit
Agar supaya break even pointnya 0 (nol), maka produksi perusahaan harus laku terjual sebanyak 8.000 unit atau harus memproduksi 8.000 unit. Jadi hasil dari perhitungan BEP haruslah tepat sama besarnya dengan biaya total.
Laba merupakan selisih antara penerimaan dan biaya. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :



……………………………….(1)

Keterangan : P = Laba / Rugi (profit)
TR = Total penerimaan (pendapatan)/ Total revenue
TC = Total biaya (Total cost)

Bila TR > TC, maka perusahaan memperoleh keuntungan
Bila TR < TC, maka perusahaan mengalami kerugian
Bila TR = TC, maka perusahaan tidak memperoleh untungatau tidak mengalami kerugian.kondisi ini disebut kondisi titik impas/pulang pokok/break event point.
Penerimaan diperoleh dari total penjualan, yaitu total barang yang dijual dikalikan dengan harganya,

……………………………. (2)

Keterangan : SP = Harga per unit (Selling price)
Q = Jumlah barang terjual/yang diproduksi

Total biaya diperoleh dari penjumlahan seluruh biaya, biaya tetap dan biaya variable yang dikeluarkan perusahaan.


……………………………...(3)

Keterangan : FC = Total biaya tetap (Fixed Costs)
VC = Total biaya Variabel (Variabel Costs)
vc = Biaya variable per unit
Q = Jumlah barang yang diproduksi
Contoh :
a. Harga jual per unit = Rp 75,00
TR = 75 Q
b. Biaya tetap per periode = Rp 300.000,00
Biaya variable per unit = Rp 25,00
TC = 300.000,00 + 25,00
c. QBEP = 300.000,00
75 – 25
= 300.000,00
50
= 6.000 unit
d. Pada produksi 6.000 unit
P = TR – TC
= 75 x 6.000 – (300.000 + 25 x 6.000)
= 450.000 – 300.000 – 150.000
= 0
Jadi laba = Rp 0,00

Catatan : Jika perusahaan mengalami kondisi tidak untung ataupun tidak rugi, maka perusahaan berada dalam kondisi pulang pokok atau Break Event Point

Dari persamaan penerimaan (2) dan persamaan biaya (3) di atas, maka dapat dihitung jumlah produksi dimana perusahaan berada dalam kondisi titik impas (4).

Kondisi titikp impas (2) dan (3) ; TR = TC




……………………….. (4)



LABA RUGI
Pernyataan laba rugi suatu perusahan menyatakan keadaan penerimaan, biaya, dan laba rugi perusahaan dalam satu periode tertentu. Karena itu setelah mengetahui sisi biaya usaha, maka untuk menghitung laba rugi perlu mengetahui sisi penerimaan usaha. Penerimaan usaha pada dasarnya adalah segala manfaat finansial yang diterima perusahaan. Penerimaan ini dapat berasal dari hasil kegiatan usaha utama perusahaan ataupun dari hasil sampingan. Penerimaan yang berasal dari hasil kegiatan utama perusahaan sering disebut penerimaan operasional. Sedangkan hasil sampingan sering disebut penerimaan non operasional. Penerimaan operasional diperoleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan tersebut jenisnya sangat beragam tergantung pada jenis usaha yang dilakukan. Penerimaan non operasional diantaranya dari penerimaan bunga bank atas simpanan uang di bank, penerimaan menyewakan alat atau kendaraan, subsidi pemerintah atau bonus. Penerimaan usaha yang wajar seharusnya sebagian besar berasal dari penerimaan operasional. Dalam studi kelayakan usaha perlu juga dikaji keadaan laba rugi perusahaan dalam beberapa tahun.
Laporan Laba/Rugi perusahaan adalah suatu laporan yang menunjukkan tentang pendapatan, biaya dan laba/rugi suatu perusahaan selama periode tertentu. Laporan perhitungan laba/rugi perlu disusun secarta sistematis dan logis. Di dalam menyusun laba/rugi perusahaan dasarnya adalah :
1. Bagian pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh perusahaan. Dalam hal ini dapat dilihat dari harga pokok barang/jasa yang dijual, sehingga diperoleh laba kotor.
2. Bagian kedua menunjukkan biaya-biaya usaha yang terdiri dari biaya penjualan, biaya administrasi, dan biaya umum.
3. Bagian ketiga adalah hasil lain-lain dan beban lainnya yang tidak berasal dari usaha pokok perusahaan. Misalnya biaya bunga, pendapatan sewa dan lain sebaginya.
4. bagian keempat menunjukkan laba / rugi insidentil, sehingga akan diperoleh laba/rugi bersih sebelum pajak penghasilan. Misalnya laba penjualan aktiva tetap, surat berharga dan lain-lain.

Bentuk laporan Laba / Rugi
Bentuk laporan Laba / Rugi perusahaan pada umumnya menggunakan:

1. Bentuk Single Step























PT RIZEVA
Laporan Perhitungan Laba-Rugi
Untuk Tahun 2004

Penghasilan dari usaha pokok Rp xxxx
Penghasilan non operating Rp xxxx
Penghasilan insidentil Rp xxxx

Total Penghasilan Rp xxxx

Harga pokok barang yang dijual Rp xxxx
Biaya operasional Rp xxxx
Biaya non operasional Rp xxxx
Kerugian insidentil Rp xxxx (+)

Total Biaya Rp xxxx (-)
Laba bersih sebelum PPh Rp xxxx
Pajak Penghasilan Rp xxxx (-)

Laba bersih setelah Pajak Penghasilan Rp xxxx

2. Bentuk Multiple Step
PT RIZEVA
Laporan Perhitungan Laba-Rugi
Untuk Tahun 2004

Penjualan Rp xxxx
Harga pokok penjualan Rp xxxx

Laba kotor Rp xxxx

Biaya-biaya Usaha :
- Biaya Penjualan Rp xxxx
- Biaya administrasi dan umum Rp xxxx (+)
Rp xxxx (-)
Laba Usaha Rp xxxx

Penghasilan dan Beban Lain :
- Penghasilan lain Rp xxxx
- Beban lain Rp xxxx (+)
Rp xxxx +/-
Jumlah Rp xxxx
Laba / Rugi Insidentil Rp xxxx +/-
Laba bersih sebelum PPh Rp xxxx
Pajak Penghasilan Tahun 2003 Rp xxxx (-)
Laba bersih setelah PPh Rp xxxx

Laporan Perubahan Modal/Laporan Laba Yang Ditahan

Laporan laba yang ditahan adalah merupakan salah satu dari laporan perubahan posisi keuangan yang berasal dari kegiatan usaha suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Menyusun laba yang ditahan menyangkut Laba/Rugi Insidentil. Laba/Rugi, pencatatannya dapat dilakukan, sebagai berikut :

1. Bentuk Clean Surplus Principle
PT RIZEVA
Laporan Laba Yang Ditahan Tahun 2004


Laba ditahan, 31 Desember 2003 Rp xxxx
Laba bersih tahun 2003 Rp xxxx
Deviden Saham Rp xxxx
Deviden tunai Rp xxxx
Deviden dibagikan ( Rp xxxx )
Sisa laba sesudah dibagikan deviden Rp xxxx

Laba ditahan, 31 Desember 2003 Rp xxxx

2. Bentuk Non Clean Surplus Principle


PT RIZEVA
Laporan Laba Yang Ditahan Tahun 2004

Saldo ditahan, 31 Desember 2003 Rp xxxx
Net Income tahun 2004 Rp xxxx
Laba dari penjualan mesin Rp xxxx
Koreksi Cadangan Penyusutan Rp xxxx (+)
Rp xxxx (+)

Laba ditahan setelah dikoreksi Rp xxxx
Deviden Rp xxxx
Rugi karena kebakaran Rp xxxx
Rugi karena penjualan efek Rp xxxx (+)
Rp xxxx (-)

Saldo ditahan, 31 Desember 2004 Rp xxxx





NET PRESENT VALUE (NPV) DAN INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)

Pada umumnya jumlah usul-usul investasi yang diajukan di dalam perusahaan lebih banyak daripada besarnya dana yang tersedia untuk dapat membelanjainya. Berhubung dengan itu maka perlu diadakan penilaian terhadap usul-usul investasi yang diajukan, untuk kemudian diadakan “ranking” atas dasar suatu kriteria tertentu. Pada akhirnya berdasarkan ukuran yang ditetapkan oleh perusahaan dapatlah dipilih usul-usul proyek mana yang dapat diterima., mana yang ditolak, dan mana yang ditunda pelaksanaannya.
Ada berbagai cara penilaian usul investasi didasarkan pada aliran kas (cash flow) dan bukan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku. Yaitu bahwa untuk dapat menghasilkan keuntungan tambahan, kita harus mempunyai kas untuk ditanamkan kembali. Kita mengetahui bahwa keuntungan yang dilaporkan dalam buku belum pasti dalam bentuk kas, sehingga dengan demikian perusahaan dapat mempunyai jumlah kas yang lebih besar atau lebih kecil daripada jumlah keuntungan ayng dilaporkan dalam buku.
Setiap usul pengeluaran modal (capital axpenditure) selalu mengandung dua macam aliran kas (cash flow) yaitu :
1. aliran kas keluar neto (net outflow of cash), yaitu yang diperlukan untuk investasi baru, dan
2. aliran kas masuk neto tahunan (net aanual inflow of cash) yaitu sebagai hasil dari investasi baru tersebut, yang ini sering pula disebut “net cash proceeds” atau cukup dengan istilah “proceeds”
ada berbagai metode penilian proyek investasi atau metode untuk menyusun “ranking” usul-usul investasi. 4 (empat) metode penilaian usul-usul investasi, yaitu :
1. Payback period
2. Net present value
3. Internal rate of return. (yield method)
4. Accounting rate of return
Tiga metode yang pertama mendasarkan diri pada aliran kas (cash flow) atau “proceeds”, sedangkan metode yang terakhir menggunakan keuntungan neto sesudah pajak yang dilaporkan dalam buku (reported accounting income) sebagai dasar perhitungannya.
Keempat metode penilaian usul investasi tersebut akan diuraikan masing-masing secara tersendiri, dan pertama-tama akan dimulai dengan uraian tentang metode “Payback period”

a. Payback period (periode payback)
Payback period (periode payback) adalah suatu metode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan “proceeds” atau aliran kas neto (net cash flow). Dengan demikian payback period dari suatu investasi menggambarkan panjangnya waktu yang diperlukanagar dana yang tertanam pada suatu investasi dapat diperoleh seluruhnya. Apabila proceeds setiap tahunnya sama jumlahnya, maka payback period dari suatu investasi dapat dihitung dengan cara membagi jumlah investasi dengan proceeds tahunan.
Contoh soal :
Jumlah investasi Rp 45.000,00
Jumlah proceeds tahunan Rp 22.500,00
Payback period Rp 45.000,00 x 1 tahun = 2 tahun
Rp 22.500,00

Ini berarti bahwa dana yang tertanam dalam aktiva tersebut sebesar Rp 45.000,00 sudah akan dapat diperoleh kembali seluruhnya dalam waktu 2 (dua) tahun. Sesudah payback dapat dihitung, maka tahap berikutnya adalah membandingkan payback period dari investasi yang diusulkan itu dengan “maksimum payback period” yang dapat diterima. Apabila payback period dari suatu investasi yang diusulkan lebih pendek daripada payback period maksimum, maka usul investasi tersebut dapat diterima. Sebaliknya apabila payback periodnya lebih panjang daripada payback period maksimum, maka usul investasi tersebut seharusnya ditolak. Konsep ini didasarkan pada pertimbangan tentang pentingnya dipertahankannya likuiditas perusahaan. Juga konsep ini sejauh mungkin mengurangi unsure ketidakpastian yang ada pada investasi. Hal ini disebabkan karena semakin pendek usia suatuinvestasi, semakin kecil resiko ketidakpastian yang mungkin ditimbulkannya. Dalam contoh tersebut di atas apabilaperusahaan telah menetapkan payback period maksimum 3 tahun, maka usul investasi penggantian mesin lama dengan mesin baru dapat diterima.
Metode payback ini karena sederhananya dan karena sangat mudah perhitungannya, metode ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan. Tetapi di lain pihak metode ini mempunyai kelemahan-kelemahan prinsipiil sebagai berikut :
1. Metode ini mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi yang diperoleh sesudah payback period tercapai, oleh karenanya criteria ini bukan alat pengukur”profitability”, tetapi alat pengukur “rapidity” kembalinya dana.
2. Metode ini juga mengabaikan “time value of money” (nilai waktu dari uang)

b. Metode Present Value
Dengan adanya kelemahan-kelemahan dari metode payback period, maka dicarilah metode-metode lain. Salah satu metode tersebut adalah apa yang disebut metode ‘Net Present Value’ atau sering hanya disebut metode “Present Value”.
Oleh karena metode ini memperhatikan “time value of money” maka proceeds ayng digunakan dalam menghitung Net Present Value (NPV) adalah proceeds atau “cash flow” yang didiskontokan atas dasar biaya modal (Cost of Capital) atau “rate of return” yang diinginkan. Dalam metode ini pertama-tama yamg dihitung adalah nilai sekarang (present value). Kemudian jumlah “present value” (PV) dari keseluruhan proceeds selama usianya dikurangi dengan Present Value dari jumlah investasinya (initial invesment). Selisih antara PV dari keseluruhan proceeds dengan Present Value dari pengeluaran modal (“capital outlay” atau “initial invesment”) dinamakan “nilai sekarang neto” (Net Present Value / NPV). Apabila jumlahnya Present Value dari keseluruhan proceeds yang diharapkan lebih besar dari pada Present Value dari investasinya maka usul investasi dapat diterima. Sebaliknya kalau jumlah Present Value dari keseluruhan proceeds lebih kecil daripada Present Value dari investasinya yang ini berarti bahwa Net Present Value-nya negatifmaka usul investasi tersebut seharusnya ditolak.

c. Metode “Internal rate of return”. (Yield Method)
Metode penilaian usul-usul investasi lain yang menggunakan “discounted cash flow” adalah apa yang disebut metode “internal rate of return”. Pengertian “internal rate of return” itu sendiri dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan akan diterima (Present Vlue of future proceeds) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal (Present Value of capital outlays). Pada dasarnya “internal rate of return” harus dicari dengan cara “trial and error” dengan serba coba-coba.

d. Metode “Accounting rate of return”
Metode “Accounting rate of return” atau sering juga disebut “Average rate of return” menunjukkan presentase keuntungan neto sesudah pajak dihitung dari “Initial invesment”. Metode “Accounting rate of return” ini mendasarkan diri pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku (reported accounting income). Kebaikan dari metode ini adalah pada kesederhnaannya dan mudah dimengerti. Metode ini dalam perhitungannya menggunakan data accounting yang sudah tersedia, sehingga tidak memerlukan perhitungan tambahan. Sesudah Accounting rate of return ini dihitung, tahap berikutnya ialah mencocokannya dengan “minimum accounting rate of return” yang dianggap wajar oleh perusahaan. Apabila accounting rate of return ini lebih besar daripada “minimum accounting rate of return” maka usul investasi tersebut dapat diterima, sebaliknya jika lebih kecil, seharusnya usul investasi tersebut ditolak.
Sebagai kelemahan dari metode ini dapat disebut sebagai berikut :
1. Tidak memperhatikan “time value of money”.
2. menitik beratkan pada masalah accounting, dan kurang memperhatikan data cash flow dari investasi yang bersangkutan.
3. merupakan pendekatan jangka pendek dengan menggunakan angka raata-raata yang menyesatkan.
4. Kurang memperhatikan panjangnya jangka waktu investasi.
Kalau kita harus memilih salah satu dari beberapa usul investasi dengan menggunakan metode ini, maka kita akan memilih memilih usul investasi yang dapat menghasilkan “Accounting rate of return” yang paling besar.

Rangkuman
 Pihak pemberi modal atau dana yang utama dapat digolongkan dalam 3 golongan yaitu : 1) Supplier, 2) Bank, 3) Dana Ekuitas
 Dalam dunia perbankan kita mengenal adanya pedoman “3 R” dan “5 C” dalam pemberian kredit di samping syarat-syarat kredit. pedoman “3 R” yaitu ; return, repayment capacity dan risk bearing ability. Adapun pedoman “5 C” yaitu ; character, capacity, capital, collateral dan conditions.
 Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak tergantung pada besar kecilnya produksi
 Biaya variable adalah biaya usaha yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya produksi
 Analisis arus kas (cash flow) adalah laporan yang disusun guna menunjukkan perubahan bertambahnya atau berkurangnya uang kas selama satu periode
 Titik pulang pokok atau yang lebih dikenal dengan istilah Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana pada tingkat penjualan tertentu belum memperoleh keuntungan tetapi tidak menderita kerugian.
 Kegunaan dari break even point adalah :
 Sebagai pedoman untuk menentukan volume produksi dan penjualan
 Sebagai pedoman untuk mengendalikan operasi kegiatan usaha.
 Sebagai pedoman untuk merencanakan tingkat laba yang diharapkan.
 Penerimaan yang berasal dari hasil kegiatan utama perusahaan sering disebut penerimaan operasional. Dihasilkan dari penjualan barang/jasa yang dihasilkan perusahaan.
 Hasil sampingan sering disebut penerimaan non operasional. Hasil sampinan diantaranya; bunga bank atas simpanan uang di bank, penerimaan menyewakan alat atau kendaraan, subsidi pemerintah atau bonus. Penerimaan usaha yang wajar seharusnya sebagian besar berasal dari penerimaan operasional.
 Setiap usul pengeluaran modal (capital axpenditure) selalu mengandung dua macam aliran kas (cash flow) yaitu :
ˉ aliran kas keluar neto (net outflow of cash), yaitu yang diperlukan untuk investasi baru, dan
ˉ aliran kas masuk neto tahunan (net anual inflow of cash) yaitu sebagai hasil dari investasi baru tersebut, yang ini sering pula disebut “net cash proceeds” atau cukup dengan istilah “proceeds
 4 (empat) metode penilaian usul-usul investasi, yaitu :
ˉ Payback period
ˉ Net present value
ˉ Internal rate of return. (yield method)
ˉ Accounting rate of return



Tes Formatif 5
Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e !
1. Salah satu pihak pemberi modal yang utama yaitu ….
a. danamon d danareksa
b. dana ekuitas e. dan sukarela
c. dana simpan pinjam
2. Pada dasarnya pihak utama pemberi dana dapat digolongkan menjadi ….
a. 2 golongan d 5 golongan
b. 3 golongan e 6 golongan
c. 4 golongan
3. Memberi pinjaman dana berupa penjualan barang secara kredit disebut ….
a. suplir d survice
b. supplier e surlirp
c. survive
4. Hasil pendapatan yang cukup untuk menutupi biaya disebut ….
a. return d capacity
b. repayment capacity e character
c. risk bearing abality
5. Di bawah ini pedoman penilaian penggunaan kredit oleh Bank, kecuali ….
a. character d convition
b. capacity e collateral
c. capital
6. Dalam rangka penambahan pinjaman modal yang berupa penjualan saham adalah ….
a. bank d pasar modal
b. bursa saham e dana ekuitas
c. supplier
7. Jika bekerja sama dengan perusahaan modal ventura maka keuntungannya dengan cara ….
a. konsinyasi d bunga kecil
b. bagi hasil e. modal dibagi dua
c. bunga berjangka
8. Biaya yang dikeluarka perusahaan untuk beroperasi adalah ….
a. biaya usaha d biaya langsung
b. biaya variabel e cash flow
c. capital cost
9. Yang termasuk dalam unsur biaya tetap diantaranya ….
a. sewa gedung
b. biaya transportasi
c. pembelian bahan baku
d. biaya operasional
e. biaya angkutan
10. Unsur lain yang dinilai oleh pihak bank dalam memberi pinjaman yaitu ….
a. laporan kegiatan usaha
b. laporan keuangan periode yang lalu
c. laporan karyawan
d. tenaga potensial / professional para karyawan
e. sumber perolehan dana
11. Di bawah ini adalah salah satu dari kegunaan Break Even Point ….
a. pedoman pelaksanaan usaha
b. pedoman mengendalikan operasi kegiatan usaha
c. pedoman karyawan untuk bekerja
d. peraturan perusahaan
e. rentabilitas ekonomi
12. Perhitungan Titik Pulang Pokok dengan cara trial and error yaitu ….
a. perhitungan undian
b. menghitung keuntungan neto dari suatu volume produksi barang tertentu
c. perhitungan dengan memakai rumus aljabar
d. perhitungan dengan memakai rumus matematik
e. menghitung keuntungan kotor / brutto dari barang tertentu.
13. Salah Satu perencanaan keuntungan yang dituangkan dalam proyeksi rugi / laba yaitu ….
a. proyeksi harga pokok penjualan
b. proyeksi arus kas
c. keuntungan
d. kerugian
e. kebutuhan akan bahan baku
14. Dalam menyusun rencana investasi seorang pengelola usaha perlu memperhatikan dan mempertimbangkan ….
a. sumber dana
b. produk
c. kebutuhan akan barang-barang modal
d. harga pokok penjualan
e. penetapan harga
15. Di bawah ini metode-metode penilaian usul-usulinvestas, kecuali ….
a. payback period
b. net present value
c. internal rate of return
d. accounting rate of return
e. rate of return
16. Periode yang diperlukankan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan net cash flow ….
a. payback period
b. net present value
c. internal rate of return
d. accounting rate of return
e. rate of return
17. Karena analisis break even point menyangkut masalah biaya keuntungan dan volume kegiatan maka seringkali disebut sebagai …
a. cash flow
b. cost benefit
c. cost profit volume analysis
d. payback period
e. net present
18. Dalam perencanaan perolehan keuntungan, analisis BEP merupakanpendekatan perencanaan keuntungan yang berorientasi kepada ….
a. hubungan antara biaya dan penghasilan penjualan
b. hubungan modal dan produksi
c. hubungan biaya tetap dan biaya variabel
d. hubungan produksi
e. hubungan industri
19. Kelemahan dari metode accounting rate of return salah satunya adalah ….
a. sederhana dan mudah dimengerti
b. kurang memperhatikan jangka waktu investai
c. kurang memperhatikan aliran kas (cash flow)
d. tidak memperhatikan masalah proyeksi rugi-laba
e. terlalu rumit
20. Jika jumlah present value dari keseluruhan proceeds lebih kecil daripada present value dan net present value-nya negatif maka ….
a. usul investasi dapat diterima
b. usul investasi ditolak
c. usul investasi dipertimbangkan
d. ada hubungannya dengan suku bunga
e. ada hubungannya dengan modal.


Tugas
Buatlah rancangan rencana anggaran biaya untuk took kosmetik dengan 2 (dua) pegawai dalam bentuk usaha perseorangan